Tiga punggawa PLN Indonesia Power resmi menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya 2025 dari Presiden RI atas keberhasilan menciptakan terobosan teknologi di sektor kelistrikan nasional, Jumat (8/5). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi terhadap efisiensi operasional pembangkit serta percepatan transisi energi menuju target Net Zero Emission. Langkah strategis para inovator tersebut terbukti mampu menekan potensi gangguan teknis sekaligus menurunkan jejak karbon industri secara signifikan.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan pengakuan tertinggi bagi insan sektor energi yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi negara. Tiga inovator dari PLN Indonesia Power (PLN IP) terpilih karena keberhasilan mereka dalam merancang solusi teknis yang berdampak langsung pada keandalan pasokan listrik di tanah air.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan simbol kekuatan untuk terus memacu prestasi di tengah tantangan transisi energi global. Menurutnya, dedikasi para penerima tanda kehormatan ini sangat krusial dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses listrik yang stabil dengan kualitas energi yang lebih bersih.
“Rakyat Indonesia menunggu hasil kerja keras kita bersama untuk menghadirkan listrik yang andal, energi yang bersih, industri yang maju, dan masyarakat yang semakin sejahtera,” ujar Bahlil dalam keterangannya saat menyerahkan penghargaan tersebut di Jakarta.
Tiga sosok di balik penghargaan ini adalah Prima Galih Pratama, Agung Suharwanto, dan Herowiko Thama Nurahman. Masing-masing membawa inovasi spesifik yang menjawab kendala teknis pada operasional pembangkit listrik skala besar. Prima Galih Pratama, misalnya, mengembangkan inovasi bertajuk "MODERATOR" atau Modifikasi Oil Cooler.
Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi pendinginan oli pada mesin pembangkit. Dampak nyatanya adalah penurunan risiko kerusakan peralatan akibat suhu berlebih, yang secara otomatis meminimalisir potensi downtime atau penghentian operasional mendadak. Dengan peralatan yang lebih awet, biaya pemeliharaan jangka panjang dapat ditekan lebih rendah.
Sementara itu, Agung Suharwanto memperkenalkan sistem digitalisasi bertajuk "DOTA" (Digitalization Online Tube Boiler Analysis). Inovasi ini memanfaatkan analisis data secara real-time untuk mendeteksi anomali pada pipa boiler pembangkit. Melalui pendekatan pemeliharaan prediktif ini, tim teknis bisa mengetahui potensi kerusakan sebelum gangguan benar-benar terjadi, sehingga stabilitas aliran listrik ke pelanggan tetap terjaga tanpa interupsi.
Fokus PLN Indonesia Power tidak hanya pada keandalan, tetapi juga pada aspek keberlanjutan lingkungan. Herowiko Thama Nurahman memberikan kontribusi melalui inovasi "Improvement Direct Blending Biomassa". Terobosan ini memungkinkan proses cofiring atau pencampuran biomassa dengan batu bara dilakukan dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.
Inovasi Herowiko menjadi kunci bagi perusahaan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil secara bertahap. Dengan emisi yang lebih rendah, teknologi ini mendukung penuh peta jalan transisi energi nasional. Implementasi direct blending yang lebih sempurna memastikan mesin pembangkit tetap bekerja optimal meski menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari budaya inovasi yang dipupuk di internal perusahaan. Menurutnya, inovasi bukan sekadar prestasi individu, melainkan motor penggerak utama dalam menjaga kedaulatan energi nasional di masa depan.
“Penghargaan ini bukti bahwa PLN Indonesia Power terus melahirkan inovator yang menjadi motor penggerak keandalan energi Indonesia. Inovasi menjadi fondasi kami dalam menjaga pasokan listrik tetap andal, efisien, dan semakin hijau,” kata Bernadus. Keberhasilan ini diharapkan menjadi standar baru bagi unit pembangkit lain di seluruh Indonesia untuk terus melakukan efisiensi berkelanjutan.