JAMBI — Rupiah kembali terpukul di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang tak kunjung reda. Berdasarkan data pasar uang, kurs rupiah melemah signifikan dari posisi sebelumnya Rp18.036 per dolar AS menjadi Rp18.188 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini terjadi bersamaan dengan indeks dolar AS yang menguat di pasar global.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai aksi jual terhadap rupiah dipicu oleh kabar serangan baru yang dilakukan Israel ke wilayah Iran. Suara ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota besar seperti Teheran, Tabriz, dan Isfahan.
"Suara ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan, mengikis harapan akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Israel mengklaim serangan itu menyasar pabrik petrokimia di barat daya Iran, bersamaan dengan operasi militer terhadap target-target lain. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar bahwa pasokan minyak global akan terganggu, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur transit utama minyak dunia.
Meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menahan diri, serangan tetap berlanjut. Iran juga membalas dengan rentetan rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon.
Di sisi lain, ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon ikut memanas. Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman pinggiran selatan Beirut. Hizbullah pun membalas dengan operasi militer terhadap pasukan Israel.
Ibrahim menambahkan bahwa Iran telah menjadikan gencatan senjata dengan Lebanon sebagai syarat utama untuk mencapai kesepakatan damai dengan Washington. Kondisi ini membuat ketidakpastian geopolitik terus berlanjut.
Selain faktor perang, tekanan terhadap rupiah juga datang dari data ekonomi Amerika Serikat. Laporan non-farm payrolls (NFP) AS bulan Mei mencatat penambahan 172 ribu pekerjaan, jauh melampaui ekspektasi pasar yang hanya 85 ribu.
Angka penggajian bulan April juga di