BATANG HARI — Kamera jebak (camera trap) yang dipasang di kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan, yang membentang di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, berhasil merekam seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) pada pertengahan April lalu. Temuan ini menjadi indikator bahwa ekosistem hutan tropis dataran rendah seluas 98.555 hektare itu masih dalam kondisi terjaga.
Kepala Departemen Riset dan Konservasi PT REKI Hutan Harapan, Rohmat Eko Santoso, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan usia dan jenis kelamin harimau yang terekam. "Belum dianalisis lebih lanjut, ini baru ketemu dan proses identifikasi," ungkapnya di Jambi, Sabtu.
Pemasangan 90 unit kamera jebak dilakukan secara sistematis dengan metode papan catur pada titik koordinat tertentu. Periode pemasangan berlangsung dari Februari hingga Juni 2026.
Selama periode pemantauan, tim riset menemukan setidaknya 39 spesies satwa di dalam kawasan. Beberapa di antaranya adalah rusa (cervidae), kijang (muntiacus), kancil (tragulus), napu (tragulus napu), babi berjanggut (sus barbatus), tapir (tapirus), dan beruang (ursidae).
Ragam spesies yang tertangkap kamera menunjukkan bahwa Hutan Harapan masih berfungsi sebagai habitat bagi satwa kunci di Sumatra.
PT REKI memastikan akan melanjutkan analisis data dari seluruh kamera jebak untuk memperkirakan jumlah populasi harimau di kawasan konsesi restorasi ekosistem pertama di Indonesia tersebut. "Ini masih berprogres di lapangan untuk pemasangan dan analisis. Harapannya bisa nanti keluar rilis dokumen terkait jumlah harimau itu," tutup Eko.