TEBO — Dua unit ekskavator masih bekerja meratakan lahan di Desa Sungai Rambai saat Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin tiba di lokasi, Jumat lalu. Dari target 27,10 hektare yang dikerjakan Gapoktan Tunas Jaya, realisasi pembukaan lahan baru mencapai 5,50 hektare — termasuk 1,40 hektare yang dibuka pada hari kunjungan. Program Cetak Sawah Rakyat ini merupakan bagian dari target lebih besar seluas 173,43 hektare yang tersebar di beberapa titik di Kabupaten Tebo.
Brigjen TNI Nyamin memantau langsung pekerjaan yang dikerjakan oleh dua unit alat berat. Ia tidak hanya melihat dari kejauhan, tetapi juga turun ke area yang sudah dibuka. Menurut data di lapangan, lahan yang sudah selesai dibuka akan segera diolah dan ditanami padi agar dapat memberikan hasil bagi petani setempat.
“Program ini bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan,” tegas Danrem saat berdialog dengan para petani. Ia menekankan bahwa pekerjaan harus dilakukan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Usai meninjau, Danrem duduk bersama para petani, operator alat berat, Babinsa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan perangkat desa. Suasana santai, tapi pembahasannya serius. Ia mendengarkan kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari cuaca hingga koordinasi lahan.
Brigjen Nyamin memberikan motivasi agar semua pihak tetap semangat. “Dengan pendampingan TNI bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, saya yakin target bisa diselesaikan tepat waktu. Lahan yang sudah dibuka harus segera dimanfaatkan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Tebo menargetkan luas 173,43 hektare yang dikerjakan secara bertahap. Setiap hektare yang menjadi sawah produktif diharapkan mampu meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani. Kunjungan Danrem ini sekaligus memastikan percepatan di lapangan agar realisasi tidak meleset dari jadwal.
Pemerintah daerah dan TNI berkomitmen mendampingi petani mulai dari pembukaan lahan hingga masa tanam. Dengan begitu, program ketahanan pangan nasional di Jambi bisa berjalan sesuai rencana.