JAMBI — Memastikan asupan nutrisi yang tepat selama kehamilan adalah salah satu kunci utama untuk mencegah risiko stunting pada anak. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Ahmad Muflih Ramadhan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia menggagas program bertajuk NUTRIVISION: Edukasi Nutrisi Terpadu tentang Isi Piringku bagi Ibu Hamil di Rumah Gizi Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para ibu hamil setempat dengan tujuan meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya gizi seimbang sebagai fondasi kesehatan ibu dan janin. Lebih dari sekadar teori, program ini dirancang sebagai langkah promotif dan preventif untuk menekan angka stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Konsep "Isi Piringku" yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan menjadi panduan utama dalam kegiatan ini. Bukan sekadar slogan, panduan ini membantu ibu hamil memahami porsi dan jenis makanan yang tepat dalam satu piring. Fokus utamanya adalah memastikan asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin, mineral) terpenuhi setiap hari.
Menurut Ahmad Muflih Ramadhan, status gizi ibu hamil sangat menentukan kesehatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan. "Melalui program NUTRIVISION, kami ingin memberikan pemahaman kepada ibu hamil bahwa pemenuhan gizi seimbang tidak harus mahal, tetapi harus tepat sesuai kebutuhan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima.
Salah satu pesan kunci yang ditekankan adalah pemanfaatan bahan pangan lokal. Ibu hamil diajak untuk kreatif menyusun menu bergizi menggunakan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka, sehingga pola makan sehat tidak menjadi beban ekonomi.
Rangkaian kegiatan NUTRIVISION dirancang secara partisipatif agar ilmu yang diberikan mudah diserap. Prosesnya tidak hanya ceramah satu arah, melainkan melibatkan keaktifan para peserta secara langsung.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan berlangsung. Hal ini mencerminkan efektivitas metode penyuluhan yang menggabungkan teori dan praktik langsung ini.
Program NUTRIVISION tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) dan Tujuan 3 (Good Health and Well-being).
Lebih jauh, inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia. Dengan membekali ibu hamil dengan pengetahuan gizi yang benar, diharapkan lahir generasi penerus yang sehat, produktif, dan unggul dari Desa Passeno.
Langkah sederhana seperti memperbaiki pola makan selama kehamilan adalah investasi jangka panjang. Edukasi seperti ini menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari hal terkecil di rumah masing-masing.