JAMBI — Laga yang berlangsung di Chonburi Stadium, Thailand, Jumat (31/7/2026), itu baru pecah di babak kedua. Shayne Pattynama membuka keran gol pada menit ke-74, disusul Thom Haye (78') dan Mitchell Baker (81') yang memastikan tiga poin penuh bagi tim berjuluk Skuad Garuda.
Alih-alih membahas ketajaman lini serangnya, Herdman justru menyoroti kegigihan lawan. Ia menilai Timor Leste tampil disiplin dan menjalankan strategi yang sudah disiapkan dengan sangat baik.
"Namun, semua pujian layak diberikan kepada Timor Leste. Kami tahu mereka akan menjadi lawan yang sulit," ujar Herdman dalam pernyataan resminya.
Arsitek asal Inggris itu mengaku sejak awal sudah memperkirakan pertandingan akan berlangsung ketat. Ia melihat pendekatan yang jelas dari lawan untuk meredam permainan Timnas Indonesia sejak menit awal.
Herdman juga menyoroti progres yang ditunjukkan Timor Leste sepanjang turnamen. Menurutnya, tim berjuluk The Rising Sun itu terus menunjukkan peningkatan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Mereka telah berjuang keras sepanjang turnamen dan terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan," ucap Herdman.
Fokus utama Timor Leste saat menghadapi Timnas Indonesia sangat jelas: menjaga pertahanan dan mengincar peluang lewat serangan balik. Strategi itu, menurut Herdman, dijalankan dengan efektif hampir sepanjang laga.
Timnas Indonesia harus bersabar untuk membongkar rapatnya pertahanan Timor Leste. Gol pembuka baru tercipta di penghujung babak kedua, sebuah bukti bahwa lawan memberikan perlawanan sengit.
"Mereka melakukannya dengan baik. Namun, kami tahu bahwa jika kami tetap sabar, kesempatan kami akan datang," ungkap Herdman.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi Timnas Indonesia di puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Skuad Garuda untuk melangkah ke babak berikutnya.