Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter per 1 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Penulis: Wan Rizal  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34:01 WIB
Harga Pertamax resmi turun menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026 di seluruh SPBU Indonesia.

JAMBI — Keputusan ini langsung berlaku di seluruh SPBU Indonesia dan menjadi kabar baik bagi pengendara yang mengandalkan BBM nonsubsidi. Selain Pertamax, Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo, sementara dua jenis solar nonsubsidi masih bertahan di harga lama.

Rincian Harga Baru BBM Nonsubsidi

Untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen—seperti DKI Jakarta dan sekitarnya—harga Pertamax kini dibanderol Rp15.950 per liter. Sebelumnya, produk dengan RON 92 ini dijual Rp16.250 per liter.

Penurunan juga terjadi pada Pertamax Green 95 yang turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo yang menyasar segmen performa tinggi mengalami pemangkasan paling signifikan, dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.

Adapun harga Dexlite dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan. Dexlite masih dijual Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex dipatok Rp21.150 per liter.

Mengapa Harga Bisa Turun?

Penyesuaian harga ini merupakan mekanisme berkala yang dilakukan Pertamina mengikuti tren harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah. Pada periode Agustus ini, kombinasi kedua faktor tersebut memungkinkan perusahaan energi pelat merah itu memberikan harga yang lebih ringan bagi konsumen.

Kebijakan ini hanya berlaku untuk segmen nonsubsidi. Adapun produk seperti Pertalite dan Solar subsidi tetap mengikuti ketentuan pemerintah dan tidak terpengaruh oleh perubahan harga pasar.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Bagi pengendara pribadi, pemangkasan sekitar Rp300–Rp1.000 per liter ini bisa meringankan biaya operasional harian. Namun, pelaku usaha logistik dan transportasi justru masih dihadapkan pada tekanan biaya distribusi yang meningkat.

Sebelumnya, asosiasi pengusaha mal dan ritel telah mewaspadai potensi lonjakan harga barang karena biaya logistik yang naik dan pelemahan rupiah. Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, diharapkan tekanan tersebut bisa sedikit tereduksi, meski efeknya terhadap harga barang di pasaran mungkin baru terasa dalam beberapa pekan ke depan.

Pertamina sendiri dipastikan akan terus mengevaluasi harga setiap bulan. Jika tren harga minyak dunia kembali berubah, penyesuaian serupa berpeluang terjadi pada penetapan harga periode berikutnya.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top