JAMBI — Ini varian paling menarik secara spesifikasi. Panel 11,97 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate 90Hz jelas jadi nilai jual utama. Untuk konsumsi media seperti YouTube atau membaca dokumen, ketajamannya terasa di atas rata-rata tablet lain di harga Rp 1,6–2,9 juta.
Performa ditopang MediaTek Helio G99 yang sudah terbukti mumpuni untuk gaming ringan hingga multitasking. Kombinasi RAM 8 GB dan ROM 128 GB juga standar yang pas untuk kebutuhan produktivitas harian. Baterai 8000 mAh menjanjikan pemakaian seharian penuh.
Buat kamu yang butuh koneksi internet tanpa bergantung Wi-Fi, VX Lite punya keunggulan jelas: Dual SIM 4G LTE. Ini fitur yang makin jarang ditemukan di tablet kelas menengah, dan sangat berguna untuk pekerja lapangan atau pelajar yang sering berpindah tempat.
Prosesor Unisoc Tiger T618 dengan RAM 8 GB cukup untuk menjalankan aplikasi office dan streaming. Layar IPS 10,4 inci WUXGA+ tajam, meski refresh rate-nya standar 60Hz. Di harga sekitar Rp 1,8 juta, ini opsi paling masuk akal jika prioritas utamamu adalah fleksibilitas konektivitas.
Namun, jangan harap performa gaming berat di sini. Chipset Unisoc memang kalah kelas dari Helio G99 untuk urusan grafis. Cocok untuk produktivitas, bukan untuk game kompetitif.
Sketsa 3 menarik karena nilai paketnya. Dengan harga Rp 2,2–2,5 juta, kamu sudah mendapat stylus pen dan keyboard case langsung di dalam dus. Ini sangat membantu pelajar yang butuh mencatat atau pekerja yang sering mengetik tanpa mau repot beli aksesori tambahan.
Spesifikasinya lebih sederhana: chipset Unisoc Tiger T606 dan RAM 6 GB. Ini masih cukup untuk tugas sekolah, browsing, atau aplikasi kasir. Layar 10,1 inci dengan baterai 6000 mAh adalah standar yang aman untuk pemakaian harian.
Kelemahan utamanya ada di performa. T606 adalah chipset entry-level. Jika kamu terbiasa membuka banyak tab Chrome atau aplikasi berat, akan terasa lag. Posisinya juga aneh: lebih mahal dari VX Lite, tapi chipsetnya lebih lemah. Kamu membayar lebih untuk aksesorinya, bukan untuk performa.
Dari ketiganya, Sketsa 5 adalah pilihan paling seimbang untuk kebanyakan orang. Layar dan performanya memberi pengalaman yang paling mendekati tablet premium. VX Lite hanya menang di konektivitas seluler. Sketsa 3 hanya masuk akal jika kamu benar-benar butuh stylus dan keyboard tanpa mau ribut mengurus aksesori.
Perlu diingat, semua tablet Advan ini menggunakan Android versi tertentu yang mungkin tidak mendapat update besar jangka panjang. Ini risiko umum di kelas harga ini, tapi tetap perlu jadi pertimbangan jika kamu berencana memakai perangkat lebih dari dua tahun.
Sebelum membeli, cek selalu harga di marketplace resmi karena selisih antarmerchant bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Pastikan juga kamu membeli dari toko resmi untuk mendapatkan garansi resmi Advan, karena klaim garansi produk lokal biasanya lebih mudah jika dibeli dari distributor terdaftar.