5 Ruas Jalan Provinsi Jambi Ini Tak Pernah Masuk Pagu Indikatif, DPRD Minta Prioritas di APBD 2027

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:05:31 WIB
Juwanda dari Fraksi PKB menyampaikan desakan prioritas perbaikan lima ruas jalan provinsi dalam rapat pembahasan anggaran di Jambi, Selasa (4/8).

JAMBI — Desakan itu disampaikan Juwanda dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam rapat pembahasan anggaran, Selasa (4/8). Ia menilai kelima ruas tersebut memiliki fungsi krusial, baik sebagai jalur ekonomi maupun evakuasi bencana, sehingga kelalaian perencanaan anggaran tidak boleh berlanjut.

Juwanda menyoroti dua ruas jalan yang hingga kini belum tersentuh pagu indikatif sama sekali. Kondisi ini dinilai menghambat akses masyarakat dan meningkatkan risiko isolasi wilayah saat terjadi bencana alam.

Jalan Pasar Masurai–Koto Tapus: Dua Tahun Terlantar

Ruas jalan di Kabupaten Merangin ini menjadi temuan paling mencolok. Sejak dialihstatuskan menjadi jalan provinsi pada 2023, ruas tersebut tidak pernah masuk dalam pagu indikatif hingga penganggaran 2026.

"Sampai penganggaran 2026, jalan ini tidak pernah masuk pagu indikatif. Padahal statusnya sudah menjadi jalan provinsi sejak 2023," tegas Juwanda dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Juwanda menyayangkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak berinisiatif memasukkan ruas jalan tersebut sejak 2024. Ia mengaku mendapat penjelasan Gubernur Jambi bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan utama, namun menurutnya hal itu bukan pembenaran untuk terus menunda.

Jalur Evakuasi Batang Asai Terancam Putus

Ruas Jalan Batang Asai di Kabupaten Sarolangun yang menghubungkan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, juga masuk daftar prioritas. Jalan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi berfungsi sebagai jalur evakuasi saat bencana.

"Kalau akses Batang Asai terputus, masyarakat bisa terisolasi. Karena itu, jalan ini penting sebagai jalur evakuasi, baik bagi masyarakat Batang Asai maupun Jangkat Timur," ujarnya.

Jalan Lingkar Utara dan Padang Lamo: Proyek yang Mangkrak

Jalan Lingkar Utara disebut belum tuntas pembangunannya. Juwanda meminta proyek tersebut segera dilanjutkan agar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Senada, Jalan Padang Lamo dinilai memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif ketika akses Jalan Bungo–Padang terputus akibat bencana. Pengalaman saat jalan nasional putus, seluruh kendaraan dialihkan ke Padang Lamo.

"Pengalaman saat jalan nasional putus, seluruh kendaraan dialihkan ke Padang Lamo. Karena itu, jalan ini harus dibangun dengan serius," kata Juwanda.

Jembatan Kelok Sago Sia-sia Tanpa Jalan Penghubung

Juwanda juga mengingatkan pembangunan jembatan di kawasan Kelok Sago akan sia-sia apabila jalan penghubungnya tidak ikut diperbaiki. Ia menilai infrastruktur pendukung harus dibangun secara paralel agar manfaatnya langsung dirasakan.

"Fokus Fraksi PKB pada tahun 2027 salah satunya adalah infrastruktur jalan. Masih banyak ruas jalan yang harus segera ditangani," kata Juwanda.

Ia berharap pada APBD 2027 nanti kelima ruas jalan tersebut sudah menjadi prioritas sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. "Harapan kita, pada APBD 2027 nanti lima ruas jalan ini sudah menjadi prioritas sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya," tutupnya.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top