BYD M6 DM: Motor Listrik Jadi Penggerak Utama, Mesin Bensin Hanya Pembantu

Penulis: Said Fauzi  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:14:31 WIB
BYD M6 DM dipamerkan di GIIAS 2026 dengan teknologi Dual Mode yang mengutamakan motor listrik sebagai penggerak utama.

JAMBIGIIAS 2026 menjadi ajang BYD memaparkan detail teknologi Dual Mode (DM) pada lini PHEV mereka, khususnya M6 DM. Pendekatan ini berbeda dari kebanyakan hybrid di pasar yang mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak dominan. Di M6 DM, peran tersebut justru dibalik—motor listrik yang bekerja paling keras.

Tiga Varian Dual Mode: DM-i, DM-p, dan DMO

BYD membagi keluarga Dual Mode ke dalam tiga varian dengan karakter berbeda. DM-i (Intelligent) dirancang untuk efisiensi bahan bakar, DM-p (Powerful) mengutamakan performa, dan DMO (Off-Road) untuk kendaraan yang sering melintasi medan berat.

M6 DM menggunakan platform DM-i. Sistem ini terdiri dari Dedicated Hybrid Engine, motor listrik EHS, Blade Battery, dan AC/DC On-board Charger yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem.

Cara Kerja: Listrik Dulu, Bensin Baru Menyusul

Saat baterai berada di kisaran 25-100 persen, M6 DM bergerak sepenuhnya menggunakan motor listrik. Jarak tempuhnya diklaim mencapai sekitar 110 km tanpa mesin bensin menyala sama sekali.

Ketika kapasitas baterai menipis atau pengemudi membutuhkan tenaga lebih besar, sistem beralih ke mode hybrid secara otomatis. Pada beban ringan, mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator pengisi baterai—roda tetap digerakkan motor listrik. Saat akselerasi dibutuhkan, barulah mesin dan motor bekerja bersama. Sementara di kecepatan tinggi yang stabil, mesin bensin bisa langsung menggerakkan roda sambil mengisi baterai.

Konsekuensinya, mesin bensin di M6 DM jarang aktif. Ini memunculkan kekhawatiran soal keandalan mesin yang jarang dipanaskan—apalagi di negara dengan suhu panas seperti Indonesia.

Jawaban BYD soal Mesin Jarang Dipakai dan Baterai

BYD mengklaim mekanisme pelumasan mesin menggunakan sistem semprot oli yang aktif saat kendaraan berjalan, sehingga tidak bergantung pada proses pemanasan seperti mesin konvensional. Perusahaan juga menilai bensin tidak akan teroksidasi selama mobil rutin digunakan—pergerakan harian sudah cukup untuk mencegah masalah tersebut. Meski begitu, pengecekan berkala tetap disarankan.

Soal biaya penggantian baterai, BYD tidak membeberkan angka komponen tersebut. Perusahaan hanya menyebut garansi baterai delapan tahun, dan hingga saat ini belum ada laporan penggantian baterai mandiri dari pengguna di China. Sejumlah perusahaan asuransi juga sudah menawarkan perlindungan khusus baterai.

Produksi Lokal dan Pemesanan

BYD M6 DM sudah diproduksi di Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Fasilitas produksi yang sama juga digunakan untuk model lain seperti Atto 1 dan M6.

Perusahaan mengungkapkan M6 DM telah menerima sekitar 4.000 pesanan, dan pengiriman unit ke konsumen kini dilakukan bertahap.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Klaim jarak tempuh 110 km perlu diverifikasi dengan kondisi jalan Indonesia—macet, suhu panas, dan pemakaian AC akan memengaruhi angka riil.
  • Perilaku mesin bensin yang jarang aktif butuh pembuktian jangka panjang di iklim tropis, meskipun BYD mengklaim sistem pelumasan sudah dirancang untuk itu.
  • Biaya perawatan berkala dan keandalan komponen hybrid setelah masa garansi masih menjadi pertanyaan terbuka.

BYD M6 DM menawarkan pendekatan berbeda di segmen PHEV—motor listrik sebagai penggerak utama, bukan sekadar pembantu. Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah perilaku sistem ini cocok dengan kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia? Itu baru bisa terjawab setelah unitnya benar-benar ada di tangan konsumen.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top