JAMBI — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menggelar program edukasi keuangan bertajuk "Belajar Mengelola Keuangan Sejak Dini untuk Masa Depan yang Lebih Baik" di Sekolah Suria Harapan School, Jambi. Inisiatif ini sekaligus menjadi momen serah terima donasi interior perpustakaan dari Danamon kepada pihak sekolah.
Kegiatan yang dihadiri siswa-siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), perwakilan guru, dan kepala sekolah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan dan budaya literasi yang inklusif di Indonesia.
Deputi Kepala OJK Provinsi Jambi, Helmiyani, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), masih terdapat gap sebesar 14,02% antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK secara konsisten mendorong berbagai program edukasi dan peningkatan literasi keuangan, termasuk bagi pelajar yang merupakan salah satu segmen prioritas dalam SNLIK," ujar Helmiyani.
Helmiyani menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, dan institusi pendidikan sangat penting untuk membekali pelajar dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan.
"Sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan praktik judi online," kata dia.
Regional Corporate Officer Danamon Sumatera wilayah 2, Thamrin Tambunan, menyebut literasi keuangan sebagai bekal penting yang membantu generasi muda mengambil keputusan finansial yang bijak dan tepat di masa depan. Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang cerdas finansial.
"Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan inisiatif edukasi untuk mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas finansial," kata Thamrin.
Program ini merupakan bentuk dukungan Danamon terhadap implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen dan Masyarakat. Aturan tersebut mendorong pelaku jasa keuangan untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Iqbal Maulana selaku Sustainability Finance Head Danamon serta Agus selaku Kepala Yayasan Suria Harapan School. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan sinergi antara sektor perbankan, regulator, dan dunia pendidikan dalam memperkuat fondasi generasi muda Indonesia yang berkelanjutan.