60 Insan Pers di Merangin Ikuti Bimtek Jurnalistik, Diskominfo Tekankan Etika dan Akurasi di Era Digital

Penulis: Tengku Syafri  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02:31 WIB
insan pers mengikuti Bimbingan Teknis Jurnalistik di Merangin, Diskominfo menekankan etika dan akurasi di era digital.

MERANGIN — Puluhan jurnalis dari berbagai media yang selama ini meliput aktivitas pemerintahan di Kabupaten Merangin mengikuti Bimtek bertema "Membangun Sinergi dan Profesionalisme Media di Era Digitalisasi". Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi sekaligus menyamakan pemahaman antara awak media dan pemerintah daerah dalam menyajikan informasi publik yang berkualitas.

Kepala Diskominfo Merangin, Ahmad Khoiruddin, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas wartawan bukan sekadar formalitas. Menurutnya, perubahan pola produksi dan penyebaran informasi di ruang digital menuntut jurnalis untuk lebih adaptif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Kode Etik Jadi Pegangan Utama di Tengah Derasnya Informasi

Ahmad mengingatkan seluruh peserta agar tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik serta regulasi terkait pers dan keterbukaan informasi publik. Ia menekankan bahwa kompetensi teknis harus berjalan beriringan dengan pemahaman etika, akurasi, dan keberimbangan.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat. Pintu kami selalu terbuka bagi rekan-rekan wartawan untuk berdiskusi mengenai perkembangan Kabupaten Merangin," ujarnya di sela-sela acara.

Pemerintah Butuh Mitra Kritis untuk Informasi yang Akurat

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari program Diskominfo untuk membangun hubungan yang harmonis dan profesional dengan media. Ia berharap para wartawan semakin siap dan tangguh menghadapi tantangan jurnalistik, termasuk derasnya arus informasi yang kerap memicu disinformasi.

"Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi, menyamakan pemahaman, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dengan para peliput berita agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat," kata Ahmad.

Meski menggandeng pemerintah, para wartawan diminta untuk tetap kritis dan independen. Sinergi yang dibangun bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial, melainkan memastikan setiap informasi yang disebarluaskan dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi publik.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top