Barongsai dan Silat Melayu Meriahkan Malam Penutupan Festival Budaya di Tanjab Barat, Ratusan Warga Padati Alun-Alun

Penulis: Amrizal Halim  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:39:31 WIB
Ratusan warga memadati Alun-Alun Kuala Tungkal untuk menyaksikan kolaborasi atraksi Barongsai dan Silat Melayu pada malam penutupan Festival Budaya di Tanjab Barat.

KUALA TUNGKAL — Kolaborasi seni antara Himpunan Keluarga Melayu (HKM) dan Keluarga Besar Etnis Tionghoa menyajikan pertunjukan yang memukau, mulai dari atraksi silat, tarian tradisional, hingga penampilan Barongsai yang mengundang decak kagum. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan Tahun 2026 yang telah berlangsung selama lima malam berturut-turut.

Simbol Persatuan di Bumi Serengkuh Dayung

Pergelaran ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan representasi nyata kehidupan masyarakat Tanjab Barat yang menjunjung tinggi toleransi. Berbagai suku dan etnis tampil berdampingan di atas panggung yang sama, membuktikan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang memperkuat jati diri bangsa.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir langsung didampingi Ketua TP-PKK, Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Turut hadir pula unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta jajaran pejabat daerah dan ketua paguyuban setempat.

Apresiasi untuk Ruang Ekspresi Budaya

Ketua Himpunan Keluarga Melayu (HKM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kolaborasi lintas etnis ini. Menurutnya, dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi bukti nyata komitmen dalam memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan budaya.

Senada dengan itu, Ketua Keluarga Besar Etnis Tionghoa Tanjung Jabung Barat, Jamal Darmawan Sie, M.M., mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat yang telah menerima mereka dengan hangat.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat. Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk menampilkan seni budaya Tionghoa, tetapi juga sebagai wujud kecintaan kami terhadap tanah kelahiran serta komitmen untuk terus menjaga kebersamaan di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan," ungkapnya.

Menjaga Modal Sosial Keberagaman

Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan menjadi cermin bahwa nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tanjung Jabung Barat. Harmoni yang terjalin di tengah keberagaman suku, agama, dan adat istiadat menjadi modal sosial yang terus dijaga untuk mewujudkan daerah yang aman, damai, inklusif, dan berkemajuan.

Melalui panggung budaya ini, Tanjung Jabung Barat kembali menunjukkan bahwa persatuan akan semakin kokoh ketika setiap budaya diberi ruang untuk tumbuh, dihormati, dilestarikan, dan dirayakan bersama. Malam penutupan yang meriah ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus mempererat silaturahmi lintas suku dan budaya di masa mendatang.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top