JAMBI — Guncangan terjadi pukul 21.07.39 WIB di kedalaman sangat dalam, mencapai 560 kilometer. Koordinat episentrum berada di 5,81 lintang selatan dan 110,18 bujur timur, menurut data resmi yang dirilis BMKG di Jakarta, Jumat malam.
Meski magnitudonya tergolong sedang, kedalaman gempa yang ekstrem membuat getarannya terasa hingga ke permukaan. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (18/5).
Dengan karakteristik hiposenter yang berada di kedalaman 560 kilometer, gempa ini termasuk klasifikasi gempa menengah hingga dalam. Mekanisme ini biasanya menghasilkan guncangan yang terasa lebih lemah di permukaan dibandingkan gempa dangkal dengan magnitudo serupa.
Hingga pukul 21.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Meski demikian, lembaga tersebut memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
BMKG menyampaikan akan memperbarui informasi secara berkala kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa," tegas Wijayanto. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya susulan yang mungkin timbul dari kerusakan struktur bangunan.
Secara geografis, episentrum gempa berada di Laut Jawa, berjarak relatif dekat dengan pesisir utara Jawa Tengah. Wilayah ini memang dikenal aktif secara seismik karena berada di antara lempeng tektonik Eurasia dan lempeng Indo-Australia, meskipun gempa dengan kedalaman 560 km lebih jarang terjadi dibandingkan gempa dangkal di selatan Jawa.
Kejadian malam ini menjadi pengingat akan dinamika geologi kepulauan Indonesia. BMKG terus mengimbau masyarakat agar selalu memastikan ketahanan bangunan tempat tinggal terhadap guncangan dan menyiapkan jalur evakuasi mandiri jika sewaktu-waktu terjadi gempa berkekuatan lebih besar.