MUARA BULIAN — Baznas Kabupaten Batang Hari mencatat potensi zakat di daerahnya bisa menembus Rp 16 miliar per tahun. Angka itu berasal dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dana sosial keagamaan lain seperti infak dan sedekah.
Wakil Ketua Bidang Perencanaan dan Keuangan Baznas Batang Hari, Iskandar, menyebut kontribusi ASN mencapai sekitar Rp 8 miliar per tahun. Namun, potensi itu bisa berubah seiring jumlah ASN yang memasuki masa pensiun.
Meski potensinya besar, penghimpunan zakat dan dana sosial keagamaan pada 2025 tercatat Rp 10,2 miliar. Dana itu dialokasikan ke lima program utama: Batang Hari Peduli, Batang Hari Cerdas, pembinaan UMKM, advokasi dakwah, dan bantuan ke lembaga pendidikan seperti pesantren.
"Dana yang berhasil dihimpun itu kemudian kita salurkan melalui berbagai program untuk membantu masyarakat yang berhak menerima zakat," ujar Iskandar di Muara Bulian, Senin.
Melalui program Batang Hari Cerdas, Baznas memberikan bantuan pendidikan kepada siswa kurang mampu dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Pada 2026 ini, bantuan yang disalurkan mencapai Rp 2,135 miliar.
Bantuan serupa juga diberikan kepada anak-anak warga binaan yang masuk kategori penerima zakat. Selain itu, dana zakat dipakai untuk mendukung pembangunan rumah bagi guru atau ustadz di lingkungan pesantren.
Pada Ramadan lalu, Baznas menyalurkan bantuan kepada lebih dari 5.000 penerima manfaat dengan total anggaran hampir Rp 3 miliar. Bantuan ini menyasar masyarakat fakir miskin di Kabupaten Batang Hari.
Iskandar berharap optimalisasi penghimpunan zakat terus dilakukan. Dengan begitu, semakin banyak warga Batang Hari yang membutuhkan bisa merasakan manfaat dari dana zakat dan dana sosial keagamaan lainnya.