10 Tempat Wisata Tersembunyi di Jambi yang Layak Dijelajahi

Penulis: Redaksi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:37:31 WIB
Tempat wisata tersembunyi di Jambi. (Foto: NET)

JAMBI - Di luar Candi Muaro Jambi dan Gunung Kerinci, provinsi ini menyimpan destinasi lain yang belum jadi pilihan utama wisatawan — dari hutan, danau, karst, hingga pulau bersejarah.

1. Danau Kaco, Kerinci

Terkenal karena airnya sangat jernih dan berwarna biru pekat, berlokasi di Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur. Data JADesta Kementerian Pariwisata mencatat perjalanan dari Desa Lempur membutuhkan trekking 3-4 jam melewati hutan hujan, termasuk menyeberang anak sungai — pemandu lokal sangat disarankan untuk perjalanan pertama.

2. Air Terjun Telun Berasap, Kerinci

Airnya jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter di kawasan Gunung Tujuh, bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Meski aksesnya lebih mudah dibanding Danau Kaco, destinasi ini tak selalu sepi — ANTARA melaporkan lebih dari 800 wisatawan mengunjunginya pada H+1 Lebaran 2026.

3. Goa Karst Bukit Bulan, Sarolangun

Berada di Kecamatan Limun, kawasan batu kapur ini membentuk bukit-bukit kerucut yang diteliti Universitas Jambi karena persebaran batugampingnya yang luas. Eksplorasi gua membutuhkan pendamping lokal karena kondisi lorong yang licin dan minim penerangan alami.

4. Seberang Kota Jambi

Kawasan di seberang Sungai Batanghari ini kental budaya Melayu Jambi, terutama lewat kerajinan batik. Pada Agustus 2025, Kementerian Hukum menetapkannya sebagai kawasan cipta karya batik, dan pada Juni 2026 Pemerintah Kota Jambi mengembangkan Kampung Batik Ulu Gedong sebagai destinasi wisata budaya berbasis kearifan lokal.

5. Mangrove Pangkal Babu, Kuala Tungkal

Di Tanjung Jabung Barat, kawasan ini menawarkan wisata edukasi mangrove. JADesta mencatat adanya paket wisata perahu dan membatik, lengkap dengan homestay.

6. Puncak Bidadari, Kerinci

Titik pandang untuk menikmati panorama Kerinci dari ketinggian, cocok untuk pencinta fotografi lanskap — meski informasi jalur sebaiknya dikonfirmasi ke warga setempat sebelum berangkat.

7. Air Panas Semurup, Kerinci

Sumber geotermal berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci. Penelitian Universitas Bung Hatta pada 2024 menemukan sejumlah fasilitas di sini masih perlu penataan, mulai dari toilet, area parkir, hingga kolam.

8. Rumah Tuo Rantau Panjang, Merangin

Desa ini punya puluhan rumah panggung tradisional berusia ratusan tahun milik masyarakat Suku Batin, tercatat JADesta dan pernah masuk 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022. Tradisi Bantai Adat menjelang Ramadan jadi salah satu atraksi budayanya.

9. Desa Tanah Garo, Tebo

Berbeda dari informasi yang kerap beredar, desa ini secara administratif berada di Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo — bukan Kerinci. Berkaitan dengan komunitas Suku Anak Dalam, dan pada 2025 Kanwil Kemenkumham Jambi membentuk Pos Bantuan Hukum di sana. Kunjungan ke sini lebih tepat dipandang sebagai pembelajaran sosial-budaya, bukan wisata massal.

10. Pulau Berhala, Tanjung Jabung Timur

Berada di Kecamatan Sadu, diakses via Kampung Laut atau Nipah Panjang dilanjutkan perahu/speedboat. Daya tariknya pasir putih, perairan biru, dan potensi snorkeling.

Sebelum berangkat ke destinasi manapun, cek akses terbaru dari pengelola desa wisata, sesuaikan perlengkapan dengan karakter medan, dan selalu hormati masyarakat lokal — terutama di kawasan yang berkaitan dengan komunitas adat.

Reporter: Redaksi
Back to top