JAMBI — Pabrikan asal Inggris itu belum mengumumkan harga resmi maupun nama model terbaru ini. Namun, jejak rekam Gordon Murray Special Vehicles di segmen supercar membuat ekspektasi pasar langsung tertuju pada angka yang fantastis.
Sebelumnya, S1 LM yang hanya diproduksi dalam jumlah sangat terbatas mencatatkan rekor penjualan mengejutkan. Unit pertamanya ludes dalam lelang dengan nilai US$20,63 juta atau setara Rp330 miliar (kurs Rp16.000 per dolar AS). Nilai tersebut berada di kelas harga jet pribadi tertentu, sekaligus menjadi tolok ukur bagi model anyar ini.
Dari teaser resmi yang dirilis, terlihat jelas pengaruh kuat S1 LM pada siluet mobil ini. Namun, Gordon Murray memilih pendekatan berbeda di bagian depan dengan mengusung lampu utama yang lebih konvensional ketimbang pendahulunya.
Karakter supercar klasik tetap kental. Kaca depan memanjang, fender depan menonjol, dan air intake menghiasi bagian atas bodi. Sisi pintu juga dilengkapi saluran udara bergaya NACA yang mempertegas aura balapnya.
Bagian belakang justru tampil lebih bersih tanpa kehadiran sayap besar. Desain ini menegaskan filosofi Gordon Murray yang mengedepankan fungsi aerodinamika melalui bentuk bodi itu sendiri, bukan sekadar menempelkan komponen tambahan.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai jantung mekanis yang akan digunakan. Sebagai gambaran, S1 LM dibekali mesin V12 4,3 liter yang mampu memproduksi tenaga 710 hp atau sekitar 720 PS. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual enam percepatan.
Yang lebih impresif, S1 LM hanya memiliki bobot 957 kilogram. Angka tersebut menjadi bukti nyata komitmen Gordon Murray Special Vehicles terhadap pengurangan berat demi pengalaman berkendara yang murni dan responsif.
Model terbaru ini dipastikan akan mengikuti resep yang sama: eksklusif, ringan, dan berorientasi penuh pada pengemudi. Jumlah produksinya diperkirakan sangat terbatas, meski angka pastinya baru akan diumumkan saat debut resmi pada 14 Agustus 2026 di The Quail, A Motorsports Gathering.