JAMBI — Rapat koordinasi awal bedah rumah Program Pro Jambi Tangguh digelar di Aula Dinas Perkimtan Provinsi Jambi pada Rabu (12/8). Asisten II Sekda Provinsi Jambi, Syamsurizal, menegaskan pelaksanaan harus segera dimulai karena tahun anggaran sudah berjalan hingga pertengahan Agustus.
"Jumlahnya sebanyak 550 bedah rumah yang akan kita laksanakan. Mengingat saat ini sudah pertengahan Agustus, tentu kita harapkan pelaksanaan bedah rumah tahun 2026 ini bisa terlaksana dengan baik dan sempurna, tidak ada permasalahan di kemudian hari, serta berjalan lancar," ujar Syamsurizal.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Dinas Perkimtan Provinsi Jambi, Wasis, menyebutkan pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar lima bulan. Besaran bantuan tahun ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni Rp20 juta untuk setiap rumah.
"Untuk pelaksanaannya masih lima bulan ini, pasti selesailah," kata Wasis.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Pemprov Jambi menerjunkan 30 pendamping dan 11 koordinator pendamping wilayah. Mereka bertugas memverifikasi data penerima, mengawasi proses pembangunan, hingga memastikan pembayaran tepat waktu.
Pengawasan ketat dilakukan agar tidak ada penyimpangan di lapangan. Setiap tahapan, mulai dari penetapan penerima hingga serah terima rumah, dipantau oleh tim pendamping.
Hal baru dalam pelaksanaan tahun ini adalah penggandengan Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi. Kolaborasi ini bertujuan memastikan rumah yang dibedah tidak sekadar layak huni, tetapi juga memenuhi standar rumah sehat dan bersih.
Keterlibatan Tim Pembina Posyandu dinilai penting karena mereka memahami aspek kesehatan lingkungan permukiman. Standar tersebut mencakup ventilasi, sanitasi, hingga akses air bersih bagi penghuni.
Program bedah rumah menyasar warga berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah tidak layak huni di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Penerima bantuan ditetapkan melalui verifikasi data oleh pendamping lapangan bersama pemerintah kabupaten/kota setempat.