KERINCI — Penanaman serentak ini dihadiri langsung Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Bupati Kerinci Monadi, dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Tanjung Bungo ini juga terhubung secara virtual dengan acara utama di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Dalam zoom tersebut, turut hadir Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Gubernur Jambi Al Haris menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Al Haris menyebut ketergantungan terhadap bawang putih impor yang berlangsung lama berdampak langsung pada inflasi daerah. Fluktuasi harga komoditas ini kerap menjadi pemicu kenaikan angka inflasi ketika pasokan terganggu.
"Setiap tahun besar sekali impor kita. Ini juga berpengaruh kepada angka inflasi. Begitu bawang putih naik harganya, sangat berdampak pada inflasi kita," kata Al Haris dalam keterangannya, Rabu (19/08/2026).
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar merinci target penanaman di provinsi ini. Kabupaten Kerinci mendapatkan porsi terbesar dengan alokasi 100 hektare, sementara Kabupaten Merangin mendapat jatah 10 hektare di Kecamatan Jangkat.
Untuk penanaman perdana di Desa Tanjung Bungo, luas lahan yang ditanami mencapai 0,125 hektare. Sementara di Kabupaten Merangin, penanaman dilakukan pada lahan seluas 0,25 hektare.
Pemprov Jambi bersama TNI dan Polri akan menyiapkan lahan penanaman tambahan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk PTPN VI, untuk memperluas area yang dapat dimanfaatkan. Selain lahan, kebutuhan bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) turut disiapkan agar target produksi tercapai.
Krisno mengatakan target tersebut masih berpeluang ditambah. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan bibit. "Kami sedang berupaya supaya Jambi bisa lebih dari target untuk luasannya. Tentunya dengan ketersediaan bibit. Ini merupakan salah satu kendala," ujarnya.
Pemprov Jambi berencana mengajukan permintaan tambahan bibit kepada Kementerian Pertanian. Dengan dukungan tersebut, program ini diharapkan dapat diperluas dan memberikan manfaat bagi kelompok tani setempat.
Al Haris berharap Jambi ke depan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan bawang putih di daerah, tetapi juga menjadi salah satu penyumbang produksi nasional. "Kalau bibitnya bagus dan hasilnya baik, ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain. Petani kita tidak hanya bergantung pada cabai, tetapi juga bisa menanam bawang putih yang bisa dijual di pasar," ujarnya.