JAMBI — Kepala Kantor Kemenhaj Kota Jambi, Muhammad Kholis, meminta calon jamaah menggunakan logika sebelum memutuskan membayar biro perjalanan. Ia mencontohkan, tawaran paket umrah Rp 20 juta ke Arab Saudi harus dipertanyakan karena tidak masuk akal jika dikalkulasi dengan harga tiket pesawat dan hotel saat ini.
"Mau disebut subsidi atau seat kosong, jangan terlalu percaya dulu. Kalau harga yang ditawarkan Rp20 juta untuk ke Arab Saudi, logikanya saja, tiket pesawat berapa, hotel berapa," kata Kholis di Jambi, Rabu.
Kholis menjelaskan, biaya perjalanan umrah tidak hanya mencakup tiket pesawat, tetapi juga akomodasi, transportasi, dan kebutuhan calon jamaah selama berada di Arab Saudi. Ia menegaskan, harga acuan umrah saat ini telah berubah seiring kenaikan harga avtur, tiket pesawat, dan nilai tukar dolar.
"Perjalanan umrah sekarang Rp26 juta dengan tiket pesawat yang mahal dan kurs dolar yang naik. Tentu harus dipertimbangkan, kalau jauh di bawah itu termasuk tidak wajar dan perlu diwaspadai," ucapnya.
Pihaknya meminta calon jamaah tidak terburu-buru membayar hanya karena tergiur harga murah dan berbagai alasan promosi. Sebelum menyerahkan uang, ada beberapa hal yang perlu dipastikan terlebih dahulu.
"Kontrol diri dulu, berpikir dengan logika yang baik, baru menentukan dan jangan hanya karena penampilan meyakinkan, kemudian langsung percaya," kata Kholis.
Imbauan ini disampaikan menyusul kasus puluhan calon peserta umrah yang gagal berangkat melalui PT Gema Suara Talbia beberapa waktu lalu. Masyarakat diminta menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran agar tidak menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah.