Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 24,02 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.501,67 pada perdagangan Senin. Pelemahan ini sejalan dengan bursa saham kawasan Asia yang tertekan oleh kekhawatiran sanksi tambahan AS terhadap Iran dan data ekonomi China yang mengecewakan.
JAKARTA — IHSG bergerak di zona merah sepanjang sesi kedua perdagangan. Dari 11 sektor IDX-IC, hanya dua sektor yang mampu bertahan di teritori positif, yaitu sektor barang baku yang naik 1,21 persen dan sektor industri yang menguat tipis 0,15 persen.
Sektor kesehatan menjadi pemberat utama dengan koreksi hingga 2,3 persen. Disusul sektor properti yang turun 1,27 persen dan sektor keuangan yang melemah 0,86 persen.
Tekanan jual di pasar domestik dipicu rilis data Bank Indonesia (BI) yang mencatat defisit transaksi berjalan kuartal II 2026 melebar menjadi 12,5 miliar dolar AS, atau setara 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.
Melebarnya defisit terjadi akibat menyusutnya surplus barang dagang dan meningkatnya biaya impor energi. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi makro Indonesia ke depan.
Dari kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan menjadi yang paling parah dengan anjlok 3,12 persen ke 6.696,96. Indeks Hang Seng Hong Kong juga tertekan cukup dalam, melemah 1,89 persen ke 25.517,33.
Adapun indeks Nikkei Jepang turun 0,69 persen ke 65.560,00, Shanghai Composite melemah 0,59 persen ke 3.882,01, dan Strait Times Singapura terkoreksi tipis 0,15 persen ke 5.680,69.
Investor Asia tengah menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25-28 Agustus 2026. Pasar mencari sinyal kebijakan stimulus baru setelah serangkaian data ekonomi China dirilis di bawah ekspektasi.
Dari Amerika Serikat, pelemahan futures saham terjadi menjelang konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran. Meski Teheran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan posisinya.
"Bursa regional Asia cenderung melemah seiring pelemahan futures saham AS menjelang konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.171.000 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 34,23 miliar lembar, senilai Rp14,26 triliun. Sebanyak 276 saham ditutup menguat, 384 saham melemah, dan 303 saham stagnan.
Saham-saham dengan penguatan harga terbesar hari ini adalah PICO, ELIT, SAFE, EKAD, dan CENT. Sementara itu, pelemahan terdalam terjadi pada saham MEJA, ICON, MPRO, SDMU, dan CBTN.
Indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan juga ikut tertekan, turun 2,64 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,95.