Battery Health Hyundai Ioniq 5 Hanya Turun 2,9% Setelah 50 Ribu Km, Ini Data 20 Model

Penulis: Wan Rizal  •  Selasa, 08 September 2026 | 15:05:31 WIB
Hyundai Ioniq 5 mempertahankan 97,1 persen kapasitas baterai setelah menempuh 50 ribu kilometer berdasarkan pengujian Aviloo.

JAMBI — Kekhawatiran soal usia baterai memang jadi hambatan terbesar adopsi mobil listrik di Indonesia. Data terbaru dari Aviloo, perusahaan asal Austria yang fokus pada pengujian baterai, justru menunjukkan cerita sebaliknya. Mayoritas mobil listrik modern kehilangan kurang dari 5% battery health setelah dipakai menempuh 100.000 km.

Aviloo menyebut riset ini sebagai salah satu studi independen terbesar yang pernah dilakukan. Total lebih dari 500 ribu hasil pengujian baterai dianalisis untuk memotret kondisi 20 model terpopuler di pasar global.

Ioniq 5 Unggul di 50 Ribu Km, Mercedes-Benz CLA Jawara Jarak Jauh

Setelah menempuh 50.000 km, Hyundai Ioniq 5 menjadi model dengan battery health terbaik. Crossover listrik asal Korea itu masih mempertahankan 97,1% kapasitas baterai aslinya. Posisinya diikuti Mercedes-Benz CLA dengan 96,6%, lalu Hyundai Kona Electric di angka 96,3%.

Audi Q8 e-tron mencatat 95,7%, BMW i4 95,6%, sementara Volvo XC40 Recharge dan Volkswagen ID.4 sama-sama berada di 95,2%.

Hasil Berbeda Saat Jarak Tempuh Menembus 150 Ribu Km

Ketika jarak tempuh digenjot hingga 150.000 km, peta persaingan berubah. Mercedes-Benz CLA justru melesat ke posisi teratas dengan kondisi baterai masih di angka 94%. Hyundai Ioniq 5 menyusul tipis di belakangnya dengan 93,6%, disusul Kona Electric 93%.

Volvo XC40 Recharge mencatat 92,8%, sedangkan Ford Mustang Mach-E dan Polestar 2 sama-sama berada di 92,5%. Artinya, penurunan kapasitas baterai pada jarak tersebut rata-rata hanya sekitar 5-8% dari kondisi awal.

Tesla Model 3 dan Nissan Leaf Paling Cepat Degradasi

Tidak semua model menunjukkan ketahanan sebaik itu. Tesla Model Y tercatat memiliki battery health 90,3% setelah 150.000 km. Angka ini masih tergolong sehat, tapi Tesla Model 3 berada di bawahnya dengan 88,9%.

Deretan terbawah ditempati Renault Zoe dengan 87,3%, Mini Cooper SE 87,1%, dan Nissan Leaf yang hanya menyisakan 86,7% kapasitas baterai di jarak tempuh yang sama.

Angka Median, Bukan Jaminan Kondisi Setiap Unit

Aviloo menegaskan bahwa seluruh angka tersebut merupakan nilai median dari pengujian mereka. Artinya, kondisi baterai pada model yang sama bisa berbeda antar unit. Bahkan dalam studi ini, perbedaan kondisi baterai pada model identik tercatat bisa mencapai 13,5%.

Faktor pemakaian, pola pengisian daya, serta iklim operasional sangat memengaruhi degradasi sel baterai. Pengisian cepat DC yang terlalu sering atau kebiasaan menguras baterai hingga di bawah 10% umumnya mempercepat penurunan kapasitas.

Hasil studi ini setidaknya memberi gambaran bahwa teknologi baterai kendaraan listrik masa kini sudah semakin matang. Angka degradasi yang relatif kecil hingga 150.000 km memperkuat argumen bahwa baterai bukan lagi komponen yang perlu dikhawatirkan akan cepat rusak, sepanjang perawatan dilakukan dengan benar.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top