JAMBI — Sebanyak 12 atlet equestrian Indonesia bertolak ke Aichi-Nagoya, Jepang, Senin (14/9) malam WIB untuk berlaga di Asian Games 2026. Mereka terbagi dalam tiga disiplin yakni Dressage, Jumping, dan Eventing, dengan target membawa pulang medali. Seluruh atlet telah menjalani pemusatan latihan intensif selama kurang lebih enam bulan di Jerman sebelum keberangkatan.
Prosesi pelepasan atlet digelar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Perwakilan NOC Indonesia, Krisna Bayu, hadir langsung melepas kontingen equestrian Merah Putih yang akan bertanding di Negeri Sakura.
Tim Eventing menjadi sektor yang paling diandalkan Indonesia di Asian Games 2026. Skuad ini diperkuat Steven Menayang, Fergi Tri Nur Fajar, Marcho Alexandro, dan Muhamad Zaki.
Latihan panjang di Jerman selama sekitar enam bulan menjadi modal utama mereka. Keempat atlet disebut optimistis mampu memberikan hasil terbaik di ajang empat tahunan tersebut.
Berbeda dengan Eventing, tim Dressage atau Tunggang Serasi menghadapi tantangan tersendiri. Proses adaptasi antara atlet dan kuda menjadi bagian penting yang harus diselesaikan sebelum perlombaan dimulai.
Tim Dressage Indonesia terdiri dari Dara Ningar Prameswari, Karen Herjawan, Audirania Amanda Putri, dan Alfaro Manayang. Keempatnya diharapkan mampu menampilkan performa terbaik meski persaingan di sektor ini cukup ketat.
Pada hari yang sama, empat atlet dressage lainnya juga berangkat menuju Jepang. Mereka adalah Dirga Wira Ramadhan Sahputra, Marco Hence Wowiling, Arserl Rizki Brayudha, dan Brayen Nathan Brata-Coolen.
Keempatnya baru saja menuntaskan latihan di Jerman sebelum bergabung dengan rombongan utama. Kellin Baquita selaku Ketua Pembina NEPI sekaligus penanggung jawab program pelatihan aktif mendampingi para atlet sejak masa persiapan hingga keberangkatan.
Setibanya di Aichi-Nagoya, seluruh atlet equestrian Indonesia masih memiliki waktu beberapa hari untuk beradaptasi dengan lingkungan dan cuaca setempat. Perlombaan equestrian di Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung 19 September hingga 4 Oktober.
Dengan persiapan matang di Jerman dan waktu adaptasi yang tersedia, kontingen equestrian Indonesia membidik hasil maksimal di tiga disiplin yang diikuti. Medali menjadi target yang dibawa pulang dari Aichi-Nagoya.