JAMBI — Kementerian ESDM membuka lelang delapan wilayah kerja minyak dan gas bumi Tahap II 2026, dengan tujuh blok ditawarkan lewat mekanisme penawaran langsung dan satu blok secara reguler. Lelang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menggenjot eksplorasi demi menopang kebutuhan energi nasional di masa depan.
Bagi kontraktor yang berminat, akses dokumen penawaran (bid document) sudah dibuka mulai 17 September 2026. Pemerintah menyatakan telah menyempurnakan sejumlah kebijakan hulu migas agar iklim investasi lebih kompetitif dan memberi kepastian usaha.
Wilayah kerja yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung meliputi Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, dan Palu. Untuk ketujuh blok ini, akses dokumen penawaran berlangsung 17 September hingga 31 Oktober 2026, dengan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi pada 2 November 2026.
Sementara itu, Wilayah Kerja Leti Selatan menjadi satu-satunya blok yang dilelang melalui mekanisme reguler. Jadwalnya lebih longgar: akses dokumen penawaran dibuka 17 September 2026 sampai 14 Januari 2027, dan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi ditetapkan 14 Januari 2027.
Badan usaha maupun bentuk usaha tetap yang berminat dapat melakukan registrasi dan mengakses dokumen melalui laman resmi lelang wilayah kerja migas di https://esdm.go.id/wkmigas/.
Pemerintah menyebut sejumlah penyempurnaan kebijakan sebagai daya tarik lelang kali ini. Kontraktor kini mendapat porsi bagi hasil yang lebih besar, fasilitas 10% FTP, serta nilai minimum signature bonus yang ditetapkan berdasarkan tingkat risiko wilayah kerja.
Ada pula keleluasaan memilih skema kontrak, baik cost recovery maupun gross split. Harga DMO ditetapkan 100%, dan tidak ada kewajiban relinquishment pada tiga tahun pertama masa komitmen. Kontraktor juga dimudahkan mengakses data melalui keanggotaan di Migas Data Repository.
Fasilitas perpajakan tersedia sesuai ketentuan berlaku. Jika ditemukan kendala keekonomian dalam pengembangan wilayah kerja, kontraktor dapat mengajukan insentif tambahan.
Tiga wilayah kerja tidak dapat ditetapkan pemenangnya pada proses sebelumnya, yakni Rombebai, Maratua II, dan Jayapura. Ketiganya kini berstatus Wilayah Kerja Available dan dibuka kembali untuk partisipasi melalui mekanisme penawaran langsung.
Penawaran bisa dilakukan melalui skema studi bersama maupun tanpa studi bersama, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk jalur tanpa studi bersama, proses lelang dilaksanakan dalam 30 hari kalender.
Usulan penawaran kembali dapat disampaikan kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi paling lama enam bulan sejak ditetapkannya hasil penawaran wilayah kerja. Dalam pengajuan itu, badan usaha juga boleh mengusulkan term and condition yang berbeda sesuai kebutuhan mereka.
Lelang Tahap II 2026 ini menjadi ujian bagi efektivitas rangkaian insentif yang ditawarkan pemerintah. Jika kontraktor merespons positif, eksplorasi blok-blok baru berpotensi menambah cadangan migas nasional yang selama ini jadi pekerjaan rumah sektor hulu.