KERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan komoditas kopi sebagai salah satu unggulan daerah yang terus didorong naik kelas. Bupati Kerinci Monadi membuka langsung Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 di Lapangan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Sabtu (19/9/2026). Acara itu mempertemukan petani, pengusaha, barista, UMKM, komunitas kopi, tokoh adat, dan masyarakat dalam satu gelaran.
Kehadiran sejumlah pejabat dari berbagai daerah di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat menambah semarak festival. Mewakili Gubernur Jambi, hadir Kepala Dinas DP3AP2 Drs. Atma Jaya, M.Si.
Tampak pula Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Robby Fathir Nashari, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, serta Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika.
Dari unsur legislatif, hadir Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri beserta Wakil Ketua dan anggota DPRD Kerinci, juga para Ketua DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro turut hadir bersama unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci.
Jajaran pemerintahan daerah yang hadir antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Dr. H. Syamsurizaldi, serta Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian. Hadir pula staf ahli Kabupaten Merangin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Merangin, para staf ahli dan asisten Sekda Kerinci, serta kepala OPD kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Monadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja keras sehingga Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 dapat terlaksana. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, ia menyambut seluruh tamu dan peserta festival.
Menurut Monadi, kopi memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar minuman. Kopi merupakan bagian dari cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas, serta kerja keras masyarakat.
"Kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas dan kerja keras masyarakat," ujar Monadi.
Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong agar komoditas pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Komoditas pertanian harus dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah dan berdaya saing.
Monadi memberi perhatian khusus pada peran generasi muda. Ia menilai sektor kopi membuka ruang luas bagi anak muda untuk berkreasi dan membangun usaha.
Selain menjadi petani, generasi muda dapat mengambil peran sebagai barista, roaster, pengusaha, content creator, desainer kemasan, pemasar digital, pelaku agrowisata, hingga inovator produk kopi. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem yang memberi ruang sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk berkreasi dan berwirausaha.
"Jangan sampai kopi Kerinci hanya dikenal karena bijinya, tetapi harus dikenal karena inovasi, kualitas, dan kreativitas masyarakat Kerinci," tegasnya.
Bupati Monadi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Festival Kopi Kerinci 2026 sebagai momentum memperkuat identitas dan citra Kabupaten Kerinci. Menurutnya, kopi dapat menjadi bagian dari kekuatan Kerinci sebagai daerah berpotensi besar di sektor pertanian, pariwisata, dan konservasi.
"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat identitas dan citra Kabupaten Kerinci sebagai daerah pertanian, pariwisata dan konservasi," kata Monadi.
Ia berharap Festival Kopi Kerinci terus berkembang menjadi agenda yang semakin berkualitas, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dan semakin kuat pada tahun-tahun mendatang.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Kerinci Monadi secara resmi menyatakan Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 dibuka. Pembukaan itu menandai dimulainya rangkaian festival di Lapangan M10 Lindung Jaya, Kayu Aro.