KOTA JAMBI — MGMP Bahasa Arab memusatkan pertemuannya di Ruang Majelis Guru, sementara MGMP IPS menggunakan Ruang Laboratorium IPA MTsN 2 Kota Jambi. Penataan ruang terpisah itu dipilih pengurus agar dua forum yang berlangsung bersamaan tetap fokus pada agenda masing-masing.
Pembukaan MGMP IPS dipimpin Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTsN 2 Kota Jambi, Wahid Kurniawan Suwarji. Ia menyampaikan apresiasi atas keaktifan forum tersebut sekaligus kepercayaan pengurus yang kembali memilih MTsN 2 Kota Jambi sebagai tuan rumah kegiatan.
Dalam pengarahannya, Wahid menilai MGMP IPS dan MGMP Bahasa Arab konsisten menjaga ritme kegiatan dibanding kelompok kerja mata pelajaran lain. Keduanya, menurut dia, layak menjadi teladan bagi MGMP mata pelajaran lainnya di lingkungan madrasah.
"MGMP IPS merupakan salah satu MGMP yang paling aktif dan kompak bersama dengan MGMP Bahasa Arab, sehingga patut menjadi teladan bagi kelompok kerja mata pelajaran lainnya," ujar Wahid.
Ia berharap kekompakan kedua forum menular ke MGMP lain. Lewat wadah yang aktif, para pendidik bisa rutin bertukar ilmu, pengalaman, dan informasi relevan untuk memperbaiki mutu pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MTsN 2 Kota Jambi, Azikri, hadir langsung di forum MGMP Bahasa Arab. Latar belakangnya sebagai guru pengampu mata pelajaran tersebut membuat kehadirannya memberi motivasi tersendiri bagi peserta.
Azikri menekankan pentingnya MGMP sebagai sarana berbagi keilmuan dan strategi pembelajaran terkini. Menurut dia, forum ini bukan sekadar pertemuan administratif, melainkan ruang konsolidasi antar guru lintas madrasah.
Fokus pembahasan kedua MGMP kali ini menyasar satu agenda vital, yakni persiapan menghadapi AKGTK. Berdasarkan jadwal nasional, pemetaan kompetensi pendidik tersebut rencananya digelar serentak pada Oktober mendatang.
Konsolidasi dan penyamaan persepsi materi menjadi prioritas mendasar dalam diskusi. Para guru yang hadir datang dari berbagai madrasah tsanawiyah se-Kota Jambi, mencerminkan komitmen bersama memajukan mutu pendidikan madrasah.
Rangkaian diskusi berjalan interaktif dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Fokus akhirnya mengarah pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, bukan sekadar kesiapan menghadapi asesmen.
Melalui penyelenggaraan MGMP Bahasa Arab dan IPS, para guru yang hadir diharapkan memiliki kesiapan matang jelang AKGTK. Hasil asesmen itu nantinya tidak hanya menjadi tolok ukur kompetensi diri.
Lebih dari itu, hasil AKGTK diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas proses belajar-mengajar bagi peserta didik di madrasah. Dua forum MGMP di MTsN 2 Kota Jambi menjadi bagian dari upaya konsolidasi itu.