JAMBI — Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari–Agustus 2026 sudah menembus 7.527.000 perjalanan. Angka itu melampaui capaian satu tahun penuh 2025 yang berada di kisaran 7,3 juta perjalanan.
Data tersebut disampaikan dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS Jambi pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha menyebut sisa empat bulan masih membuka ruang penambahan kunjungan hingga akhir tahun.
BPS menekankan kategori perjalanan wisatawan nusantara tidak terbatas pada kunjungan rekreasi. Perjalanan belanja, kunjungan kerja, dan aktivitas lain turut dihitung selama bukan kegiatan menetap atau bekerja di Jambi.
"Kalau wisnus itu tidak hanya wisata, tapi juga bisa belanja, bisa juga kunjungan kerja dan lain-lain. Jadi orang-orang yang masuk ke Provinsi Jambi, baik itu untuk wisata maupun yang lainnya," kata Aidil.
Dengan cakupan itu, lonjakan angka wisnus tidak otomatis mencerminkan pertumbuhan kunjungan ke destinasi wisata. Aktivitas ekonomi dan mobilitas kedinasan menjadi komponen yang sama-sama menyumbang.
Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jambi pada Agustus 2026 tercatat 53,43 persen. Capaian itu naik sekitar 0,84 poin persentase dari Juli yang berada di angka 52,59 persen.
Kenaikan paling terasa pada hotel berbintang empat dan lima. Menurut Aidil, sejumlah kegiatan dan event yang digelar di Provinsi Jambi menjadi pendorong utama peningkatan okupansi.
Lama tinggal tamu di Jambi masih pendek, yakni rata-rata 1,58 hari. Hotel berbintang empat dan lima mencatat rata-rata 1,74 hari, disusul hotel bintang tiga 1,71 hari.
Hotel bintang satu menjadi yang terendah dengan rata-rata 1,23 hari. Rentang angka itu menunjukkan tamu cenderung singgah sebentar, bukan menginap beberapa malam.
BPS menyebut kondisi tersebut masih membuka peluang bertambahnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara hingga akhir 2026. Perkembangan empat bulan terakhir akan menentukan apakah capaian tahun ini menembus rekor baru.