JAMBI — Sungai Cigerendong di Dusun Cukanggaeluh, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menawarkan wisata air alami dengan tepian batuan karst yang landai. Lokasinya hanya 10 hingga 15 menit berkendara dari jalan raya utama, dan pengunjung belum dikenakan tiket masuk. Kawasan ini mulai dilirik sebagai alternatif rekreasi perairan selain pantai-pantai populer Pangandaran.
Pengelola Objek Wisata Cigerendong, Suherli Sopyan Saori, menyebut kawasan itu awalnya jadi tempat berkumpul favorit para pemandu wisata Batu Lumpang. Suasana teduh dan relatif hening membuat mereka kerap singgah.
Dari situ, potensi wisata airnya mulai ditata. Aliran sungai jernih dikelilingi vegetasi hijau yang rindang, cocok untuk berenang, bermain air, atau sekadar menikmati ketenangan alam terbuka.
Yang membedakan Cigerendong dari destinasi sungai lain adalah struktur geologisnya. Tepian sungai terbentuk dari formasi batuan karst atau cadas yang landai dan unik.
Karakteristik batuan itu membuat bantaran nyaman dipakai sebagai area duduk santai sambil memandang panorama sekitar. Aliran airnya jernih dan menyegarkan, dengan kedalaman bervariasi antara dua hingga empat meter.
"Tempatnya sangat nyaman untuk bersantai atau mandi-mandi. Struktur tempatnya terbilang khas; meski ada area serupa di tempat lain, di sini terasa lebih istimewa," kata Suherli, Jumat (31/10/2026).
Wahana kayak masih dalam tahap uji coba. Pengelola tengah mengevaluasi kelayakannya sebelum dibuka lebih luas.
Sungai Cigerendong berada di Dusun Cukanggaeluh, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Dari jalan raya utama, jarak tempuhnya sekitar 10 sampai 15 menit perjalanan berkendara.
Aksesnya tergolong mudah dijangkau, baik dengan sepeda motor maupun mobil pribadi. Kawasan ini bisa jadi persinggahan sebelum atau sesudah menjelajah pantai-pantai Pangandaran.
Hingga kini, pengelola belum memberlakukan tiket masuk. Wisatawan hanya dikenakan retribusi parkir kendaraan.
Belum ada informasi resmi soal jam operasional harian. Untuk kepastian waktu kunjungan, wisatawan disarankan menghubungi pengelola atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.
Keselamatan jadi perhatian utama di Cigerendong. Semua wisatawan yang hendak berenang wajib mengenakan jaket pelampung dan didampingi pemandu lokal.
Aturan itu berlaku karena kedalaman sungai bisa mencapai empat meter. Pengawasan intensif dari pemandu disebut sebagai keharusan mutlak.
Suherli juga mengingatkan bahwa debit dan arus sungai dapat meningkat deras saat musim hujan tiba. Sebaiknya cek kondisi cuaca sebelum datang, terutama jika berencana berenang atau mencoba kayak.
Bawa pakaian ganti, alas kaki yang tidak licin, dan kantong kedap air untuk barang elektronik. Untuk cliff jumping, pastikan hanya melakukannya di titik yang direkomendasikan pemandu.
Durasi ideal kunjungan sekitar dua sampai tiga jam. Waktu ini cukup untuk berenang, mencoba satu wahana, dan bersantai di bantaran karst sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Pangandaran.