KERINCI — Lemang Kancung Beruk menjadi salah satu kuliner tradisional Kabupaten Kerinci yang memakai cara pengolahan berbeda dari lemang kebanyakan. Jika lemang umumnya dimasak di dalam bambu, makanan ini justru menggunakan kantong semar atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai kancung beruk. Kantong tersebut berfungsi sebagai wadah alami untuk memasak campuran beras ketan dan santan.
Perbedaan wadah itu menghasilkan tekstur ketan yang pulen dan lembut. Cita rasa gurih dari santan menjadi penanda utama Lemang Kancung Beruk, sehingga cocok disantap bersama sejumlah pendamping.
Untuk membuat Lemang Kancung Beruk, bahan yang diperlukan cukup sederhana. Berikut rinciannya:
Campuran beras ketan dan santan dimasukkan ke dalam kantong semar, lalu dimasak hingga matang. Kantong semar berperan sebagai pembungkus sekaligus wadah masak, menggantikan fungsi bambu pada lemang biasa.
Lemang Kancung Beruk tidak hanya dibuat dari ketan putih. Kuliner ini juga dapat menggunakan ketan hitam dan ketan merah sebagai bahan dasarnya. Meski demikian, ketan putih dan ketan hitam lebih umum dipakai warga.
Pilihan jenis ketan itu memberi variasi pada hasil akhir, baik dari sisi warna maupun tekstur. Ketan putih dan ketan hitam menjadi pilihan yang paling sering ditemui.
Lemang Kancung Beruk dapat disantap bersama berbagai pendamping. Warga biasa menikmatinya dengan gulai, kuah kacang, atau kuah sarikayo. Kombinasi itu melengkapi rasa gurih santan pada ketan.
Keberadaan Lemang Kancung Beruk menambah daftar kuliner tradisional Kerinci yang punya cara pengolahan khas. Pemanfaatan kantong semar sebagai wadah masak menjadi penanda yang membedakannya dari lemang daerah lain.