JAMBI — Harga Pertamax RON 92 di Indonesia dijual Rp 15.950 per liter, disebut pemerintah sebagai yang termurah dibanding 12 negara lain termasuk Thailand, Singapura, dan Filipina. Data Pertamina Patra Niaga menunjukkan selisihnya mencapai hampir tiga kali lipat harga di Singapura yang Rp 48.514 per liter. Klaim ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir memotong paparan Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto dalam rapat koordinasi tersebut. Menurut Tomsi, perbandingan harga lintas negara sudah cukup menggambarkan posisi Indonesia.
"Maaf Pak Joko dipotong ini langsung singkat saja bahwa negara kita dibandingkan dengan negara lain masih paling murah," ujar Tomsi, dikutip dari siaran YouTube Kementerian Dalam Negeri.
Data Pertamina Patra Niaga menempatkan harga RON 92 di Indonesia pada Rp 15.950 per liter. Angka itu lebih rendah dari hampir semua negara pembanding di kawasan.
Untuk bensin RON 95 yang setara Pertamax Green, Indonesia menjualnya mulai Rp 19.150 per liter. Malaysia tercatat hanya sedikit lebih mahal di Rp 19.822 per liter, sementara Singapura menembus Rp 48.795 per liter.
Pada kelas RON 97, posisi Indonesia juga tetap paling rendah. Harga Rp 19.600 per liter jauh di bawah Singapura yang mencapai Rp 56.086 per liter.
Berbeda dari bensin, harga diesel Indonesia tidak berada di posisi teratas. India mencatat harga termurah Rp 17.830 per liter, sementara Indonesia berada di Rp 25.200 per liter atau lebih mahal dari Malaysia, Vietnam, dan Pakistan.
Joko Pranoto menjelaskan kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah sejak 28 Februari 2026. Menurutnya, Pertamax dan Pertamax Green sempat dibatasi sejak April sebelum dinaikkan pada Juni.
"Posisi bulan ini per Oktober itu memang untuk harga seluruh JBU retail dan avtur itu masih kita tahan sama dengan harga September," kata Joko.
Ia menambahkan harga BBM dan avtur Indonesia secara keseluruhan masih kompetitif dibanding negara ASEAN maupun negara terdekat seperti Australia, Pakistan, dan India.