OJK Jambi Diminta Perkuat Pengawasan Siber Perbankan Usai Insiden Kebobolan Bank Jambi

Penulis: Tengku Syafri  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:01:31 WIB
Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menegaskan komitmen pengawasan ketat terhadap potensi risiko di industri jasa keuangan daerah.

JAMBI — Nasroel Yasir menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan siber lembaga jasa keuangan di daerah menjadi langkah krusial agar kasus serupa tidak terulang. Menurutnya, insiden kebobolan sistem perbankan berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap industri keuangan daerah.

"OJK harus memperkuat kinerjanya dan belajar dari insiden kebobolan Bank Jambi ini. Masyarakat sangat dirugikan ketika keamanan sistem perbankan terganggu. Pengawasan dan mitigasi risiko teknologi informasi harus makin ditingkatkan," tegas Nasroel Yasir kepada ampar.id, Rabu (7/10/2026).

Mitigasi Risiko Teknologi Informasi Jadi Sorotan

Dorongan penguatan pengawasan itu muncul di tengah dinamika sektor keuangan daerah. Nasroel menilai OJK perlu menempatkan mitigasi risiko teknologi informasi sebagai prioritas, bukan sekadar pelengkap fungsi regulasi.

Evaluasi ketahanan siber dinilai penting karena layanan perbankan daerah menyangkut dana masyarakat luas. Gangguan pada sistem dapat melumpuhkan transaksi harian warga dan pelaku usaha kecil.

OJK Klaim Kawal Ketat Setiap Potensi Risiko

OJK Provinsi Jambi menegaskan komitmennya menjalankan peran strategis sesuai fungsi regulasi dan pengawasan. Fokus utama mencakup pelindungan konsumen, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan sinergi bersama pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pemberdayaan UMKM, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi risiko di sektor jasa keuangan.

"Kami mengawal secara ketat setiap potensi risiko di industri jasa keuangan Jambi, termasuk penanganan insiden yang berdampak pada masyarakat. Prioritas utama kami adalah memastikan pelindungan konsumen dan masyarakat berjalan optimal serta seluruh hak nasabah terpenuhi sesuai ketentuan," ujar Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya.

Literasi Keuangan Diperluas hingga Pelosok Daerah

Selain pengetatan pengawasan, OJK Provinsi Jambi mengakselerasi program literasi dan inklusi keuangan secara masif hingga ke pelosok daerah. Langkah itu ditempuh agar tingkat literasi masyarakat sejalan dengan inklusi keuangan.

"OJK Provinsi Jambi juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan stakeholders lainnya untuk memperkuat perekonomian daerah dan mendorong UMKM naik kelas. Bersamaan dengan itu, edukasi keuangan masyarakat terus diperluas agar tingkat literasi sejalan dengan inklusi, sehingga masyarakat makin bijak dan aman dalam memanfaatkan produk jasa keuangan," tambahnya.

Bagi warga Jambi, penguatan pengawasan dan literasi keuangan berdampak pada perlindungan dana yang disimpan di bank daerah serta keamanan bertransaksi digital. Kedua hal itu menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan setempat.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: ampar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top