JAMBI — Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Vinícius dos Santos Gonçalves pada Jumat (23/10/2026) siang. Keputusan diambil setelah Singo Edan mencatat lima pertandingan tanpa kemenangan di putaran pertama BRI Super League 2026/2027, dengan puncaknya kekalahan 1-5 dari Persija Jakarta.
Manajemen PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT ABBI) mengumumkan pemutusan kontrak pelatih yang akrab disapa Marquinhos Santos tersebut di Malang. Musim kedua pelatih berlisensi Pro CONMEBOL itu bersama Singo Edan harus berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.
General Manager PT ABBI, Muhammad Yusrinal Fitriandi, menyebut keputusan ini bukan hal yang mudah diambil. Namun rentetan hasil buruk membuat manajemen menilai tim membutuhkan momentum baru.
"Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi coach Marcos Santos yang sebenarnya dia dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia," ujar Yusrinal Fitriandi.
"Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru. Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama," imbuhnya.
Arema FC sebenarnya membuka musim dengan hasil menjanjikan. Isen Mulang Kalteng FC dibantai 4-0 pada pekan pertama 4 September 2026. Setelah itu, performa Singo Edan justru menurun drastis.
PSM Makassar menahan imbang Arema 3-3 di Stadion BJ. Habibie, Parepare, pada 13 September. Dua laga kandang di Stadion Kanjuruhan juga berakhir tanpa kemenangan: imbang 1-1 lawan Persik Kediri (18/09/2026) dan 2-2 melawan Bhayangkara FC (10/10/2026).
Puncak kekecewaan terjadi dalam dua pekan terakhir. Arema terkapar di kandang Garudayaksa FC pada pekan kelima (17/10/2026), lalu dilibas tuan rumah Persija Jakarta 1-5 pada pekan keenam (21/10/2026).
Yusrinal mengungkap sisi lain di balik keputusan tersebut. Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan teknis hingga non-teknis yang tidak diketahui publik, termasuk peran strategis jajaran asisten pelatih dalam menjalankan program latihan dan eksekusi taktikal.
"Namun, kenyataan di balik layar yang tidak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh (alm) coach Kuncoro," tukas Yusrinal.
Untuk sementara, Andre Caldas Costa (Brazil) ditunjuk sebagai pelatih caretaker. Ia akan dibantu Siswantoro, pelatih kiper Tiago dos Santos Miquélis Simões (Portugal), dan pelatih fisik Carlos Airon Silva de Melo (Brazil) sampai pelatih baru tiba.
Marcos Santos menukangi Arema FC pada musim 2026/2027 hanya dalam durasi 128 hari. Ia mendapat perpanjangan kontrak pada 17 Juni 2026 setelah sebelumnya menggantikan José "Ze Gomes" Manuel Gomes da Silva pada jeda paruh musim BRI Liga 1 2024/2025.
Pelatih kelahiran Santos, Brazil, 24 Mei 1979 itu menjadi pelatih keempat yang tersingkir di BRI Super League 2026/2027, saat kompetisi belum memasuki pekan ketujuh. Sebelumnya Persijap Jepara memecat Juan Cortés Diéguez (12/09/2026) dan Mário Licinio Guerreiro Lemos (16/10/2026), lalu PSIM Yogyakarta mencoret Jean-Paul van Gastel (17/10/2026).
Sepanjang sejarahnya, Marcos Santos tercatat sebagai pelatih ke-29 Arema sejak 1987, atau pelatih asing ke-15 sejak 2003. Manajemen menyampaikan terima kasih dan berharap dukungan suporter tetap mengalir untuk tim.
"Kami ucapkan terima kasih kepada coach Marcos Santos, semoga sukses di karier selanjutnya. Kami juga berharap dukungan dari para suporter tetap diberikan kepada tim, karena setiap keputusan yang diambil demi kebaikan tim ini," tutup Yusrinal.