JAMBI — Langkah percepatan itu disampaikan Kallenius dalam sesi wawancara yang dikutip Carscoops. Wacana kehadiran SUV kompak ini sebenarnya sudah bergulir sejak 2023, lalu disusul penampakan siluet resminya pada 2025 melalui kode nama "g-Class".
Hingga kini, Mercedes-Benz masih merahasiakan identitas komersial resmi kendaraan tersebut. Yang jelas, model ini tidak sekadar menjadi varian baru di jajaran pabrikan asal Jerman itu.
Rancangan awal mematok penggunaan penggerak listrik berbasis baterai secara penuh atau BEV. Dinamika strategi elektrifikasi Mercedes-Benz kemudian mengubah arah itu.
Pabrikan kini menyematkan opsi mesin hibrida yang mendampingi varian murni listrik. Keputusan ini memperlebar pilihan konsumen di segmen SUV off-road ringkas.
Rincian performa dan output tenaga belum dirilis resmi oleh pabrikan. Dari sisi rekayasa teknis, kendaraan ini disinyalir tidak mengandalkan platform Modular Architecture (MMA).
Baby G-Class dirancang memakai sasis tangga atau ladder-frame khusus. Pilihan itu diambil guna memastikan ketangguhannya saat melintasi medan bergelombang dan ekstrem.
Dari segi visual, inspirasi desain Baby G-Class dipastikan tetap mengakar kuat pada karakter saudara besarnya. Siluet bodi yang tegas dan mengotak (boxy) menjadi salah satu ciri yang dijaga.
Posisi panel tegak, pencahayaan utama berbentuk bulat, serta tata letak lampu belakang yang rendah akan tetap dipertahankan. Elemen-elemen itu menjadi penanda identitas G-Class yang sudah dikenal puluhan tahun.
Dengan tenggat di bawah dua tahun, Baby G-Class akan masuk ke segmen SUV off-road ringkas yang persaingannya semakin ketat. Mercedes-Benz belum menyebut pasar mana yang akan menjadi tujuan pertama peluncurannya.