Pencarian

Pandji Pragiwaksono Jelaskan Alasan Sering Bahas Politik di Stand Up

Sabtu, 10 Januari 2026 β€’ 02:46:12 WIB
Pandji Pragiwaksono Jelaskan Alasan Sering Bahas Politik di Stand Up
Dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji menyoroti berbagai alasan pemilih dalam menentukan pilihan politik.

Jakarta – Komika Pandji Pragiwaksono mengungkapkan alasan dirinya kerap membahas isu politik dalam materi stand up comedy. Menurut Pandji, hal tersebut didorong oleh keinginannya melihat Indonesia berubah menjadi lebih baik serta memastikan pemerintah tidak mengkhianati kepercayaan rakyat.

Pandji menjelaskan, politik merupakan bagian dari minat dan kesehariannya, termasuk lingkungan pertemanan hingga aktivitas profesional yang kerap bersinggungan dengan dunia politik.

β€œKenapa gue ngomongin politik karena memang itu minat gue, dunia gue, pertemanan gue. Bahkan gue kadang dapat pekerjaan, seperti kemarin di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Karena dunia gue di situ, mau enggak mau itulah yang gue bahas,” ujar Pandji, dikutip dari akun Instagram pribadinya @pandji.pragiwaksono, Jumat (9/1/2026).

Ia mengaku resah melihat fenomena sebagian masyarakat yang dinilai memilih secara sembarangan dalam pemilu. Kondisi tersebut, menurut Pandji, berdampak pada terpilihnya figur-figur yang kurang berkualitas untuk duduk di pemerintahan maupun lembaga legislatif.

β€œBuat gue, banyak salah di kitanya. Kita memang partisipatif, tapi kualitas partisipasinya yang patut dipertanyakan,” ungkapnya.

Pandji mencontohkan, dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea, ia menyoroti berbagai alasan pemilih dalam menentukan pilihan politik.

β€œSalah satu jokes di 15 menit pertama itu soal alasan orang memilih. Ada yang memilih karena agama, karena tampang, karena populer, bahkan karena pernah diberi sesuatu. Padahal itu bukan alasan yang lengkap untuk memilih seseorang,” katanya.

Melalui candaan bernuansa politik tersebut, Pandji berharap masyarakat dapat lebih kritis dan bijak dalam memilih pemimpin. Ia menilai perubahan tidak cukup dilakukan dari dalam pemerintahan, melainkan harus dimulai dari kualitas pilihan rakyat.

β€œMenurut gue, mengubah dari dalam itu bohong kalau kita memilih sembarangan. Yang mesti diubah itu yang di luar, yakni kita harus lebih bijak memilih dan memilah mereka yang di dalam agar bisa menghasilkan pemimpin yang baik,” tegasnya.

Pandji juga mengungkapkan bahwa dorongan terbesarnya menyuarakan kritik politik melalui komedi berasal dari kegelisahan melihat sikap sebagian pemimpin yang dinilai meremehkan rakyat.

β€œSalah satu alasan gue berani bersuara karena mereka pikir kita ini bodoh. Itu terlihat dari pernyataan, kebijakan, dan tindak tanduk mereka. Karena gue komika, insting gue mengubah kekesalan itu menjadi lawakan,” tandasnya.

Sebelumnya, Pandji sempat menuai sorotan setelah tampil dalam pertunjukan stand up comedy Mens Rea yang berisi kritik sosial dan politik. Pertunjukan tersebut kemudian berbuntut laporan ke kepolisian oleh sejumlah organisasi kepemudaan, di antaranya Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Bagikan
Sumber: BeritaSatu

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks