BATANG HARI — Kanwil KemenHAM Provinsi Jambi bergerak cepat mewujudkan Kampung REDAM di Kabupaten Batang Hari. Setelah melalui serangkaian audiensi, kini fokus diarahkan pada identifikasi desa yang layak menjadi percontohan serta penyusunan rencana aksi di lapangan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Jambi, Efra Wahyuni, memimpin langsung koordinasi tersebut bersama jajaran Kesbangpol Batang Hari. Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menyasar strategi agar program ini berjalan efektif hingga tingkat desa dan kelurahan.
Fokus Utama: Sinkronisasi Kebijakan dan Pemetaan Konflik
Dalam pertemuan itu, kedua instansi menyepakati sejumlah langkah krusial. Sinkronisasi kebijakan menjadi fondasi awal, disusul penyusunan rencana pelaksanaan program yang terukur.
- Identifikasi desa yang memiliki potensi menjadi lokasi percontohan Kampung REDAM.
- Pemetaan potensi konflik sosial yang perlu diantisipasi sejak dini di wilayah Batang Hari.
- Penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan elemen masyarakat.
Langkah ini dinilai penting agar Kampung REDAM tidak berhenti sebagai program seremonial belaka. Targetnya, program ini mampu menghadirkan solusi nyata dalam penyelesaian konflik secara damai di tengah masyarakat.
Apa yang Membuat Kampung REDAM Berbeda dari Program Lain?
Kampung REDAM dirancang sebagai ruang dialog dan rekonsiliasi yang memperkuat kerukunan sosial. Program ini juga menjadi instrumen untuk mencegah konflik berkepanjangan, sekaligus meningkatkan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia di akar rumput.
Keberadaan program ini menjadi penting bagi warga Batang Hari karena menyentuh langsung dinamika sosial di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya pemetaan konflik, pemerintah daerah bisa bertindak lebih cepat sebelum masalah meluas.
Komitmen Kanwil KemenHAM Jambi
Efra Wahyuni menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar Kampung REDAM benar-benar menjadi fondasi masyarakat yang harmonis.
“Melalui koordinasi ini, Kanwil KemenHAM Jambi berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder guna mewujudkan Kampung REDAM sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan di Provinsi Jambi,” ujarnya.
Mekanisme Tindak Lanjut yang Disepakati
Audiensi tersebut juga menghasilkan kesepahaman mengenai mekanisme tindak lanjut dan pola koordinasi antarinstansi. Hal ini untuk memastikan setiap tahapan pembentukan Kampung REDAM berjalan terarah dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Kampung REDAM diharapkan menjadi model pembangunan sosial berbasis perdamaian. Masyarakat Batang Hari pun diharapkan merasakan dampaknya melalui kehidupan yang lebih rukun, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.