Pencarian

Beras Premium Kemasan 5 Kg Langka di Pasar Kota Jambi, Distributor Palembang Setop Produksi 2 Bulan

Rabu, 16 September 2026 • 22:50:31 WIB
Beras Premium Kemasan 5 Kg Langka di Pasar Kota Jambi, Distributor Palembang Setop Produksi 2 Bulan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah menyatakan beras premium kemasan 5 kilogram tidak lagi dijumpai di Pasar Angso Duo.

JAMBI — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah menyatakan merek beras premium kemasan 5 kilogram seperti Belido dan Topi Koki sudah tidak dapat dijumpai lagi di Pasar Angso Duo. Temuan itu diperoleh dari pemantauan bersama Tim Satgas Pangan dan Bulog di sejumlah pasar serta ritel modern.

Pemantauan menyisir titik perdagangan utama di Kota Jambi. Sejumlah merek yang sebelumnya rutin tersedia di rak pedagang kini kosong.

Mengapa Distributor Palembang Setop Produksi Beras Kemasan

Johansyah menjelaskan, distributor beras dari Palembang untuk sementara menghentikan produksi beras kemasan 5 kilogram. Keputusan itu dipicu tiga hal sekaligus: biaya kemasan yang naik, ongkos angkut yang meningkat, dan sulitnya memperoleh BBM.

Penghentian berlangsung sekitar dua bulan. "Ini dikarenakan biaya kemasan sudah naik. Kemudian ongkos angkut juga meningkat. Belum lagi ditambah sulitnya mendapatkan BBM," jelas Johansyah.

Beras SPHP dan Befood Jadi Alternatif di Pasar Angso Duo

Masyarakat diminta tidak panik menyikapi kelangkaan tersebut. Bulog menyiapkan stok beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jenis medium serta beras premium merek Befood.

Pembelian bisa dilakukan di gudang Bulog maupun toko Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang tersedia di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar. Johansyah memastikan harga beras dari Bulog tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Bagi masyarakat yang ingin mencari beras medium seperti Belido dan sebagainya, kami arahkan untuk membeli beras Bulog, baik SPHP maupun beras premium Befood," ujarnya.

Pasokan Swasta Belum Ada Kepastian Kapan Mulai Masuk

Bulog Pusat juga telah meminta pihak swasta, seperti Wilmar, membantu memasok beras untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional dan ritel modern. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan tersebut mulai tersedia.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bersama Satgas Pangan dan Bulog akan terus memantau pergerakan stok di lapangan. Warga yang menemukan kelangkaan atau harga di atas HET bisa melaporkannya ke instansi terkait.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks