Pencarian

Kabut Asap Belum Hilang, Guru MAN 1 Muaro Jambi Bawa Anak Ikut PJJ ke Madrasah

Senin, 21 September 2026 • 07:31:31 WIB
Kabut Asap Belum Hilang, Guru MAN 1 Muaro Jambi Bawa Anak Ikut PJJ ke Madrasah
Guru MAN 1 Muaro Jambi membawa anaknya yang masih kelas III MI mengikuti pembelajaran jarak jauh di madrasah.

SUNGAI GELAM — Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tidak hanya menyisakan persoalan bagi peserta didik. Guru dan tenaga kependidikan di MAN 1 Muaro Jambi turut menghadapi persoalan serupa karena anak-anak mereka juga belajar dari rumah masing-masing. Sebagian orang tua tetap masuk kerja, sehingga pendampingan penuh selama jam belajar tidak bisa diberikan. Membawa anak ke madrasah pun menjadi pilihan yang dianggap paling masuk akal.

Anak Kelas III MI Ikut ke Madrasah, Istri Tetap Bekerja

Salah satu guru yang melakukan hal itu adalah Akbar, pengajar Bahasa Indonesia di MAN 1 Muaro Jambi. Putri keduanya masih duduk di kelas III Madrasah Ibtidaiyah dan sedang mengikuti pembelajaran dari rumah. Sementara sang istri harus bekerja, sehingga tidak dapat mendampingi anak selama kegiatan belajar berlangsung.

Anak sulungnya yang kini kelas VIII juga menjalani PJJ dan perlu konsentrasi menyelesaikan tugasnya sendiri. Kondisi itu membuat Akbar mencari jalan keluar agar kedua anaknya tetap bisa mengikuti pembelajaran masing-masing.

"Saya membawa anak saya ke madrasah karena di rumah tidak ada yang bisa mendampinginya selama belajar," ujar Akbar.

Selama berada di madrasah, putrinya tetap mengikuti pembelajaran dalam pengawasan orang tua. Akbar sendiri dapat menjalankan tugasnya sebagai guru Bahasa Indonesia. Anak sulungnya tetap belajar dari rumah sesuai jadwal yang ditetapkan madrasahnya.

Tak Semua Keluarga Punya Pendamping di Rumah

Persoalan serupa dialami sejumlah guru dan tenaga kependidikan lain di madrasah tersebut. Ketika PJJ diberlakukan, tanggung jawab memastikan anak mengikuti pembelajaran tetap melekat pada orang tua. Tidak semua keluarga memiliki anggota yang bisa mendampingi selama kegiatan berlangsung.

Sebagian anak memang ditemani kakek atau neneknya. Namun pendampingan terhadap pembelajaran daring punya keterbatasan, terutama saat anak butuh bantuan menggunakan perangkat atau memahami tugas dari guru.

Bagi orang tua yang masih harus bekerja, keadaan itu menjadi tantangan tersendiri. Waktu harus dibagi antara tugas kedinasan dan pendampingan anak. Situasi makin rumit ketika lebih dari satu anak dalam keluarga mengikuti PJJ pada waktu yang hampir bersamaan. Orang tua harus mengatur perangkat, jadwal, dan kebutuhan belajar anak sekaligus.

Belajar Tetap Jalan meski di Ruang Kerja Orang Tua

Akbar menegaskan bahwa membawa anak ke madrasah bukan berarti kegiatan belajarnya berkurang. Ia tetap memastikan putrinya mengikuti pembelajaran sesuai arahan guru. "Yang penting anak tetap belajar dan kegiatan pembelajarannya tidak terputus," katanya.

Ia berharap PJJ tidak berlangsung terlalu lama sehingga aktivitas pembelajaran bisa kembali normal. Menurutnya, pembelajaran tatap muka tetap punya peran penting dalam mendukung proses belajar anak.

PJJ di MAN 1 Muaro Jambi dijalankan sebagai bagian dari penyesuaian kegiatan pendidikan dengan kondisi udara yang belum membaik. Kabut asap masih terasa di lingkungan sekitar akibat kebakaran di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah melalui surat edaran mengarahkan satuan pendidikan mengantisipasi dampak pencemaran udara terhadap kegiatan belajar mengajar. Madrasah kemudian menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan ketentuan yang berlaku.

Harapan agar Kabut Asap Cepat Hilang

Di tengah kondisi itu, guru dan tenaga kependidikan berusaha menjalankan tugas secara maksimal. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap peserta didik di madrasah, tetapi juga punya tanggung jawab sebagai orang tua di rumah.

Dukungan keluarga dibutuhkan agar anak tetap mendapat pendampingan selama belajar. Komunikasi antara orang tua dan guru juga menjadi salah satu kunci agar pembelajaran tetap berjalan.

Akbar berharap kondisi udara segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan pembelajaran dapat kembali normal. "Mudah-mudahan hujan segera turun dan kabut asap cepat hilang," harapnya.

Ia juga berharap anak-anak dapat kembali belajar secara langsung tanpa harus mengikuti pembelajaran dari rumah. Dengan udara yang lebih baik, guru dapat kembali fokus melaksanakan pembelajaran tatap muka, sementara anak-anak bisa belajar dengan suasana yang lebih nyaman.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: man1muarojambi.mdrsh.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks