Pencarian

Karhutla Jambi Capai 4.123 Hektare, Ivan Wirata Minta Overlay TNBS dan Rekonsiliasi Data ISPA

Rabu, 30 September 2026 • 07:31:01 WIB
Karhutla Jambi Capai 4.123 Hektare, Ivan Wirata Minta Overlay TNBS dan Rekonsiliasi Data ISPA
Laporan Situasi Karhutla Provinsi Jambi per 29 September 2026 mencatat 10.742 hotspot kumulatif sepanjang tahun.

JAMBI — Laporan Situasi Karhutla Provinsi Jambi per 29 September 2026 pukul 19.00 WIB mencatat hotspot kumulatif sepanjang 2026 sebanyak 10.742 titik. Pada periode pengamatan yang ditampilkan, tercatat 177 hotspot, sementara 86 kasus Karhutla masuk penanganan penegakan hukum.

Ivan Wirata menilai laporan tersebut harus dibaca sebagai peringatan untuk memperkuat operasi lapangan sekaligus perlindungan kesehatan masyarakat, bukan sekadar rekap angka.

"Yang harus kita lihat sekarang bukan hanya berapa hotspot yang muncul. Luas terbakar sudah menembus 4.123 hektare, kualitas udara memburuk, dan terdapat perubahan luasan yang sangat besar di Tanjung Jabung Timur. Semua itu harus segera diterjemahkan menjadi tindakan operasional berbasis data," katanya.

Lonjakan 387,48 Hektare di Tanjung Jabung Timur

Perubahan paling mencolok terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pada laporan 27 September, estimasi luas terbakar di daerah itu tercatat 271,70 hektare. Dua hari kemudian, angkanya naik menjadi 659,18 hektare.

Kenaikannya mencapai 387,48 hektare atau sekitar 142,6 persen. Angka itu setara 94,8 persen dari total kenaikan estimasi luas terbakar Jambi sebesar 408,58 hektare antara laporan 27 dan 29 September.

Ivan menegaskan perubahan angka tersebut tidak boleh otomatis dinyatakan seluruhnya sebagai kebakaran baru.

"Saya meminta dilakukan verifikasi burn scar. Kita harus mengetahui apakah perubahan 387,48 hektare itu berasal dari kebakaran baru, perluasan kejadian lama, re-ignition atau pemutakhiran hasil pemetaan. Jangan membuat kesimpulan sebelum koordinat dan burn scar-nya diverifikasi," katanya.

Api di TNBS Belum Padam, Overlay Kawasan Diminta

Perkembangan di Tanjung Jabung Timur dinilai penting karena kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) sedang menghadapi Karhutla. Satgas pada 28 September menyatakan kebakaran di kawasan tersebut belum sepenuhnya padam.

Pemadaman menghadapi kendala gambut dalam serta sulitnya akses alat dan personel. Sumber air tersedia, tetapi akses menuju titik sumber air masih menjadi tantangan.

Ivan meminta perubahan luas terbakar Tanjab Timur segera di-overlay dengan batas TNBS.

"Jangan langsung mengatakan tambahan 387,48 hektare itu semuanya berada di TNBS karena laporan ini tidak menyatakan demikian. Yang harus dilakukan adalah overlay hotspot, fire spot, burn scar, batas TNBS, hutan primer, gambut dan sumber air. Setelah itu baru kita tahu posisi sebenarnya," katanya.

Jika fire front berada dekat kawasan hutan primer, operasi harus sekaligus diarahkan pada perlindungan habitat dan pencegahan api memasuki kawasan inti.

ISPU Muaro Jambi 300, Kota Jambi 229

Kualitas udara menjadi perhatian terpisah. Laporan 29 September pukul 08.00 WIB mencatat ISPU Muaro Jambi 300 dan Kota Jambi 229, keduanya kategori Sangat Tidak Sehat.

Tebo tercatat 153 dan Tanjung Jabung Timur 143, keduanya masuk kategori Tidak Sehat.

Ivan menyebut kondisi itu menunjukkan penanganan Karhutla harus dijalankan melalui tiga operasi sekaligus.

"Kalau api dipadamkan tetapi masyarakat tetap menghirup udara sangat tidak sehat, pekerjaan kita belum selesai. Pemadaman, pengendalian asap dan perlindungan kesehatan harus berjalan dalam satu sistem," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya menyatakan dampak Karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi telah memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Selisih 20 Kasus ISPA Harus Direkonsiliasi

Laporan mencantumkan 7.236 kasus ISPA pada Minggu ke-37. Pada bagian yang sama, jumlah berdasarkan rincian kabupaten/kota tercatat 7.256 kasus, sehingga ada selisih 20 kasus yang masih perlu diverifikasi.

Ivan meminta rekonsiliasi data dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan pengelola SKDR.

"Kalau rincian menghasilkan 7.256 tetapi total yang dilaporkan 7.236, selisih 20 kasus harus diselesaikan. Prinsipnya sederhana: satu data sebelum angka digunakan untuk pengambilan keputusan," katanya.

Ia juga mengingatkan jumlah kasus ISPA tersebut tidak otomatis seluruhnya dinyatakan akibat Karhutla. Laporan yang ditampilkan merupakan rekap kasus dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat untuk setiap kasus.

Tiga Helikopter Water Bombing Masuk Maintenance

Kesiapan operasi udara turut menjadi sorotan. Dalam laporan 29 September, tiga helikopter water bombing yang dicantumkan, yakni RA-22840, N-224TH, dan VN-8414, berstatus unserviceable atau maintenance.

Pesawat patroli dan helikopter patroli tetap menjalankan fungsi patroli. Super Puma H3216 tercatat tidak terbang tetapi berstatus serviceable.

Ivan meminta satgas dan instansi terkait memastikan skenario operasi udara tetap berjalan meski sejumlah armada water bombing tidak siap terbang.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makalamnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks