Pencarian

Produksi Toyota Veloz Hybrid di Karawang Tembus 15.737 Unit Sejak November 2025

Rabu, 30 September 2026 • 10:06:01 WIB
Produksi Toyota Veloz Hybrid di Karawang Tembus 15.737 Unit Sejak November 2025
Produksi Toyota Veloz Hybrid di Plant 2 Karawang mencapai 15.737 unit sejak November 2025 hingga Agustus 2026.

JAMBI — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat produksi Toyota Veloz Hybrid di Plant 2 Karawang, Jawa Barat, mencapai 15.737 unit sejak meluncur November 2025 hingga akhir Agustus 2026. Seluruh unit tersebut dialokasikan untuk pasar domestik, belum ada satu pun yang dikirim ke luar negeri. TMMIN menyatakan kapasitas produksi Veloz Hybrid mengikuti permintaan konsumen dalam negeri.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Nyoman Winaya, menyampaikan angka produksi tersebut dalam pertemuan dengan awak media di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9). Menurutnya, keputusan menahan ekspor Veloz Hybrid diambil karena permintaan domestik belum sepenuhnya terpenuhi.

Permintaan Domestik Jadi Prioritas Sebelum Ekspor

I Nyoman Winaya menegaskan, pihaknya belum menetapkan target waktu kapan Veloz Hybrid mulai dikirim ke pasar luar negeri. Fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan untuk konsumen Indonesia berjalan lancar.

"Untuk saat ini, Veloz Hybrid masih kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Ke depan, kami tetap terbuka untuk melihat peluang ekspor, tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, serta permintaan di masing-masing pasar," ujar I Nyoman Winaya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan produksi TMMIN secara umum. I Nyoman Winaya menyebut kapasitas pabrik tidak dipatok angka tetap, melainkan disesuaikan dengan permintaan pasar.

"Untuk kapasitas produksi di TMMIN pada dasarnya mengikuti demand dari customer. Kami selalu berusaha menyesuaikan kemampuan produksi dengan kebutuhan pelanggan," katanya.

Veloz Bensin Tetap Jadi Andalan Ekspor Toyota Indonesia

Meski Veloz Hybrid belum diekspor, sejumlah model Toyota lain yang diproduksi di Indonesia sudah dikirim ke pasar global. Hingga Agustus 2026, model-model tersebut mencakup Avanza/Veloz versi bensin, Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya/Wigo.

Dari daftar itu, Avanza dan Veloz bensin mencatatkan volume ekspor tertinggi. I Nyoman Winaya menyebut kedua model tersebut sebagai kontributor terbesar pengiriman Toyota Indonesia ke luar negeri.

"Sampai dengan bulan Agustus tahun ini, model-model kendaraan Toyota yang diekspor dari Indonesia di antaranya adalah Toyota Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, dan Agya/Wigo, dengan jumlah terbanyak dibukukan oleh Toyota Avanza/Veloz," kata dia.

Produksi Veloz Hybrid dan Proyeksi ke Depan

Veloz Hybrid diproduksi di Plant 2 Karawang, fasilitas yang sama dengan lini perakitan model-model Toyota lain untuk pasar domestik dan ekspor. Angka 15.737 unit dalam sembilan bulan produksi menunjukkan penerimaan pasar yang cukup baik untuk varian hybrid di segmen MPV keluarga.

I Nyoman Winaya berharap tren produksi Toyota Indonesia terus tumbuh ke depan. "Adapun untuk Veloz HEV, dari awal produksi hingga akhir bulan Agustus, kami sudah memproduksi sebanyak 15,737 unit. Untuk proyeksi produksi Toyota Indonesia ke depan tentunya kami berharap bisa terus bertumbuh," tambahnya.

Keputusan menahan ekspor Veloz Hybrid berbeda dengan strategi sejumlah model Toyota lain yang sejak awal diposisikan sebagai produk ekspor. Avanza dan Veloz bensin, misalnya, sudah lama menjadi tulang punggung pengiriman Toyota Indonesia ke berbagai negara.

Bagi konsumen dalam negeri, kondisi ini berarti pasokan Veloz Hybrid masih terjaga untuk memenuhi permintaan lokal. Belum ada indikasi TMMIN akan mengalihkan sebagian produksi ke pasar ekspor dalam waktu dekat.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks