Pencarian

Sarwendah Bujuk Anak Bertemu Ruben Onsu, Hasil Tes Psikologi Terungkap

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 12:35:01 WIB
Sarwendah Bujuk Anak Bertemu Ruben Onsu, Hasil Tes Psikologi Terungkap
Sarwendah disebut terus membujuk anak-anaknya agar mau bertemu Ruben Onsu.

JAMBI — Sarwendah Tan disebut terus berupaya membujuk anak-anaknya agar mau bertemu Ruben Onsu. Kuasa hukumnya, Pablo Benua, mengungkap hasil tes psikologi yang menyebut anak-anak justru merasa seolah diusir sang ibu saat diminta menemui ayahnya.

Pablo Benua menyampaikan temuan itu usai mendampingi Sarwendah menjalani proses hukum di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026). Ia menegaskan hasil pemeriksaan psikologi anak-anak tidak bisa direkayasa.

Menurut Pablo, Sarwendah tidak pernah berniat menghalangi Ruben Onsu bertemu kedua putrinya. Ia bahkan disebut berulang kali mengambil inisiatif lebih dulu agar anak-anak mau meluangkan waktu bersama sang ayah.

Respons Anak yang Berbeda dari Harapan

Upaya Sarwendah itu tidak serta-merta disambut anak-anak. Pablo menyebut justru muncul penolakan dari kedua putri kandung Sarwendah dan Ruben.

Dari situ, ia mengungkap adanya trauma serta persepsi yang keliru di benak anak-anak. Persoalan ini baru terbuka setelah mereka menjalani serangkaian tes kejiwaan bersama tenaga profesional.

"Bahkan ketika anak-anak dilakukan tes psikologi, ada kesan—ini hasil dari tes psikologi yang enggak bisa dibohongi, gitu ya—ada kesan anak-anak yang timbul di pikirannya bahwa seakan-akan Sarwendah mengusir anak-anak ketika menyuruh mereka bertemu dengan Saudara Ruben. Itu timbul di pikiran anak-anak dan itu sudah dilakukan tes psikologi," kata Pablo Benua.

Duduk Perkara Gugatan Hak Asuh

Temuan ini muncul di tengah gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu terhadap Sarwendah. Posisi Sarwendah disebut serba salah: di satu sisi ia ingin anak-anak tetap dekat dengan ayahnya, di sisi lain anak-anak menolak bertemu.

Kondisi itu membuat Sarwendah berada di titik yang sulit. Ia tidak ingin dianggap membatasi akses Ruben, tetapi juga tidak bisa memaksa anak-anak yang tengah mengalami tekanan psikologis.

Yang Perlu Dipahami Orang Tua soal Konflik Hak Asuh

Kasus seperti ini bukan hal langka dalam sengketa hak asuh. Anak kerap menanggung beban emosional paling berat, terutama ketika konflik orang tua berlangsung terbuka dan berkepanjangan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam situasi serupa:

  • Hindari menjadikan anak sebagai alat negosiasi atau pihak yang dipaksa memilih.
  • Libatkan psikolog anak untuk memetakan kondisi emosi anak secara objektif.
  • Jaga komunikasi dengan mantan pasangan tetap fokus pada kebutuhan anak, bukan ego masing-masing.
  • Beri anak ruang dan waktu agar tidak merasa tertekan saat harus bertemu salah satu orang tua.

Kapan Perlu Bantuan Profesional

Jika anak menunjukkan penolakan kuat, menarik diri, atau perubahan perilaku drastis saat diminta bertemu salah satu orang tua, sebaiknya segera konsultasikan ke psikolog anak. Pendampingan profesional membantu orang tua memahami akar masalah tanpa menambah beban pada anak.

Proses hukum antara Sarwendah dan Ruben Onsu masih berjalan. Apa pun hasilnya nanti, kepentingan anak tetap yang paling utama untuk dijaga bersama.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lifestyle.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks