Kota Jambi — SDN 98 yang berlokasi di Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru kembali menghadapi bencana banjir. Siswa kelas 6 bernama Umar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah yang terus menerus terendam air.
Umar menjelaskan banjir di sekolahnya sudah menjadi masalah jangka panjang. "Udah lama dari tahun 2012, banjir yang tinggi itu tahun 2020 malam Tahun Baru," ungkap siswa tersebut saat ditemui Kompas.com, Sabtu (2/5/2026).
Peristiwa banjir yang berulang setiap musim hujan deras mengganggu aktivitas pembelajaran. Saat air memasuki ruang kelas, siswa-siswa tidak bisa melanjutkan pembelajaran dan harus pulang lebih awal.
Kondisi sekolah yang rentan banjir berdampak langsung pada prestasi akademik siswa. Di tengah persiapan menghadapi ujian sekolah, Umar merasa kesulitan untuk berkonsentrasi belajar.
"Dak bisa (belajar), nunggu kalau dak banjir, payah nak belajar, buku-buku pada basah," katanya. Buku-buku pelajaran yang basah karena banjir tidak hanya merusak materi pembelajaran, tetapi juga menambah beban finansial keluarga siswa untuk mengganti buku baru.
Perbaikan infrastruktur drainase di sekitar sekolah telah dilakukan, namun belum mampu mengatasi persoalan banjir secara tuntas. Umar menilai desain drainase saat ini masih kurang optimal untuk menampung volume air yang besar.
"Semoga drainase sungai ini dibesarkan lagi, sudah (dibesarkan), tapi masih banjir, kurang tinggi," harapnya. Penilaian siswa ini mencerminkan kebutuhan akan solusi infrastruktur yang lebih komprehensif untuk mengatasi genangan air di kawasan sekolah.
Masalah banjir berulang di SDN 98 menunjukkan perlunya intervensi lebih serius dari pemerintah daerah. Selain merugikan proses pendidikan, banjir juga dapat mengancam kesehatan dan keselamatan siswa dalam jangka panjang. Warga setempat berharap pemerintah segera merancang sistem pengaliran air yang lebih efektif untuk mencegah terjadinya banjir di masa depan.