Intel Arc Pro B70 VRAM 32GB Ungguli RTX 5060 Ti di Game

Penulis: Darmansyah Putra  •  Senin, 04 Mei 2026 | 22:15:01 WIB

Intel Arc Pro B70 berbasis arsitektur Battlemage menunjukkan performa mengejutkan dengan VRAM 32GB yang mampu menyaingi RTX 5060 Ti dalam pengujian game terbaru. Meski ditujukan untuk workstation, kartu grafis ini memberikan sinyal positif bagi masa depan GPU Intel di pasar Indonesia yang kompetitif.

Intel akhirnya membuktikan taring arsitektur Battlemage melalui GPU workstation terbarunya, Arc Pro B70. Berdasarkan pengujian terbaru dari Expreview, kartu grafis yang mengusung silikon BMG-G31 ini menunjukkan performa gaming yang sangat kompetitif, bahkan mampu melibas dominasi Nvidia di beberapa skenario spesifik. Munculnya hasil uji ini sekaligus menjawab penantian panjang selama dua tahun sejak rumor silikon Battlemage pertama kali beredar di kalangan antusias perangkat keras.

Dalam pengujian di resolusi 1440p pada lima judul game populer, Arc Pro B70 mencatatkan performa rata-rata 32,5% lebih cepat dibandingkan saudaranya, Arc B580. Meski secara keseluruhan masih tertinggal tipis sekitar 6,8% dari Nvidia RTX 5060 Ti 16GB pada pengujian raster tradisional, kartu grafis "Tim Biru" ini justru menggila di game Cyberpunk 2077. Intel Arc Pro B70 mampu menyentuh angka 90 FPS, jauh meninggalkan RTX 5060 Ti yang hanya meraih 68 FPS di judul yang sama.

Performa Ray Tracing dan Spesifikasi Kunci

Kejutan terbesar muncul saat fitur Ray Tracing (RT) diaktifkan. Arc Pro B70 tercatat 1% lebih unggul dibandingkan RTX 5060 Ti secara rata-rata, dengan kemenangan di tiga dari lima game yang diuji. Di game F1 2025, GPU Intel ini unggul 14% dibandingkan rivalnya dari Nvidia tersebut. Jika merujuk pada spesifikasi teknis, keunggulan ini didorong oleh kapasitas memori yang sangat masif untuk kelasnya.

  • GPU Die: Battlemage BMG-G31
  • VRAM: 32GB GDDR6 ECC
  • Performa vs B580: 40% lebih cepat di Ray Tracing
  • Skor 3DMark: 21% lebih tinggi dari RTX 5060 Ti
  • Fokus Penggunaan: Workstation & AI (Professional Driver)

Kapasitas VRAM 32GB dengan fitur Error Correction Code (ECC) memberikan keuntungan absolut, terutama pada beban kerja kecerdasan buatan (AI). Pada pengujian MLPerf Client, Arc Pro B70 menghasilkan 95,5 token per detik, melampaui RTX 5060 Ti yang tertahan di angka 73,7 token per detik. Dalam hal Time to First Token (TTFT), GPU Intel ini bahkan empat kali lebih cepat berkat memory pool yang luas.

Harga dan Posisi di Pasar Global

Intel membanderol Arc Pro B70 di angka $949 atau sekitar Rp 15,2 juta. Harga yang cukup tinggi ini dikarenakan statusnya sebagai kartu grafis kelas profesional yang dioptimalkan untuk stabilitas driver workstation dan pengolahan data AI, bukan sekadar untuk bermain game. Sebagai perbandingan, pengguna di Indonesia mungkin akan melirik opsi bekas seperti RTX 3090 atau RX 7900 XTX jika prioritas utamanya murni untuk gaming di rentang harga tersebut.

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Intel akan merilis varian discrete gaming berbasis silikon BMG-G31 ini dengan nama Arc B770. Laporan industri terbaru justru mengindikasikan bahwa Intel mungkin akan melewatkan kartu grafis gaming diskrit untuk generasi Xe3P "Celestial" dan Xe4 "Druid". Strategi ini membuat Arc B580 tetap menjadi pilihan terbaik bagi gamer yang ingin mencicipi ekosistem Intel saat ini.

Potensi bagi Kreator dan Pengguna di Indonesia

Bagi profesional di Indonesia yang bergerak di bidang rendering 3D atau pengembangan model AI lokal, kehadiran Arc Pro B70 menjadi alternatif menarik di tengah dominasi seri Quadro atau RTX seri-A dari Nvidia yang harganya sering kali jauh lebih mahal. Kapasitas 32GB VRAM adalah "barang mewah" di kelas harga 15 jutaan yang sangat krusial untuk memproses aset visual kompleks tanpa kendala out-of-memory.

Meskipun menggunakan driver Pro yang tidak dioptimalkan khusus untuk game, fakta bahwa kartu ini mampu menempel ketat RTX 5060 Ti memberikan gambaran betapa kuatnya arsitektur Battlemage sebenarnya. Jika Intel memutuskan untuk merilis versi gaming dengan optimasi driver yang tepat, persaingan di kelas menengah (mid-range) diprediksi akan semakin panas, memaksa Nvidia dan AMD untuk lebih kompetitif dalam memberikan kapasitas VRAM pada produk masa depan mereka.

Reporter: Darmansyah Putra
Back to top