Dua Jemaah Haji Jambi Batal Berangkat Akibat Trauma Keramaian

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 14:08:33 WIB
Dua jemaah haji asal Jambi batal berangkat karena gangguan kesehatan psikis.

JAMBI — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengonfirmasi penundaan keberangkatan dua calon jemaah haji (JCH) asal Kota Jambi yang seharusnya masuk dalam jadwal pemberangkatan Kloter 13. Keputusan ini diambil setelah salah satu jemaah mengalami gangguan kesehatan psikis sesaat sebelum keberangkatan.

Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyatakan bahwa jemaah tersebut telah menyerahkan surat pernyataan penundaan secara resmi. Pihak otoritas haji kini tengah memproses administrasi pembatalan untuk jadwal semula guna dilakukan penggantian posisi jemaah.

Alasan Psikis: Sesak Napas Saat Berada di Keramaian

Berdasarkan laporan medis dan keterangan petugas di lapangan, jemaah yang bersangkutan merupakan seorang perempuan yang berangkat bersama suaminya. Keduanya diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Wahyudi menjelaskan bahwa kendala yang dialami bukan merupakan penyakit fisik kronis, melainkan kondisi psikologis tertentu.

"Informasi yang kita dapat, beliau ini bukan sakit fisik, tapi kondisi psikis. Jadi kalau di keramaian itu sesak napas," ujar Wahyudi kepada media di Aula Asrama Haji Jambi, Selasa (5/5/2026).

Kondisi sang istri yang tidak memungkinkan untuk berada dalam keramaian massa haji membuat sang suami turut mengambil keputusan serupa. Ia memilih menunda keberangkatan demi mendampingi istrinya menjalani proses pemulihan dan pengobatan terlebih dahulu.

Jadwal Ulang: Pasutri Jambi Menyusul di Kloter Terakhir

Kemenag Jambi memastikan hak keberangkatan kedua jemaah tersebut tidak hangus. Nama mereka akan didorong untuk masuk dalam daftar manifes Kelompok Terbang (Kloter) 25 yang merupakan fase akhir pemberangkatan jemaah haji asal Provinsi Jambi.

"Penggantian nanti akan kita dorong di kloter 25 tanggal 20 Mei," tambah Wahyudi. Langkah ini diambil agar jemaah memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi mental sebelum menempuh perjalanan panjang ke tanah suci.

Sementara itu, sebanyak 442 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas haji asal Kota Jambi tetap diberangkatkan sesuai jadwal. Prosesi di Asrama Haji Jambi terpantau ketat dengan serangkaian pemeriksaan mulai dari verifikasi dokumen, pemeriksaan laboratorium, hingga pembagian Kartu Nusuk dan gelang identitas.

Imbauan Keluarga: Lepas Jemaah Cukup dari Rumah

Wahyudi memberikan catatan khusus terkait kenyamanan psikologis para jemaah sebelum memasuki asrama. Ia meminta keluarga besar jemaah tidak ikut mengantar hingga ke dalam area asrama haji guna menghindari kepadatan yang bisa memicu stres pada jemaah.

"Penting bagi jemaah untuk sampai ke asrama haji ini jangan menyertakan keluarga, biar keluarganya melepas di rumah masing-masing agar jemaah nyaman," sebutnya.

Pihak asrama haji Jambi sendiri telah menerapkan prosedur berlapis untuk memastikan kesehatan fisik dan mental jemaah tetap terjaga. Selain pemeriksaan kesehatan rutin, jemaah juga mendapatkan bimbingan untuk menjaga ketenangan selama fase karantina sebelum bertolak menuju bandara.

Reporter: Tengku Syafri
Back to top