Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Perang Dagang dan Harga Minyak

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 09:58:01 WIB
Rupiah melemah ke level Rp17.503 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

JAMBI — Berdasarkan data Bloomberg pukul 9.45 WIB, rupiah melemah 89 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.503 per dolar AS. Posisi ini melanjutkan pelemahan sejak pembukaan perdagangan di Rp17.489 per dolar AS, yang sudah turun 75 poin atau 0,43 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Mata Uang Asia Lain Ikut Terkapar

Tekanan terhadap rupiah tidak berdiri sendiri. Hampir seluruh mata uang regional Asia terdepresiasi terhadap greenback pada pagi ini. Won Korea Selatan menjadi yang terparah dengan ambles 1 persen, disusul peso Filipina yang melemah 0,50 persen.

Berikut pergerakan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS:

  • Ringgit Malaysia: melemah 0,22 persen
  • Dolar Singapura: turun 0,20 persen
  • Yen Jepang: melemah 0,22 persen
  • Yuan China: turun tipis 0,01 persen
  • Dolar Hong Kong: satu-satunya yang menguat 0,01 persen

Tiga Faktor yang Menekan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengidentifikasi tiga sentimen utama yang menekan rupiah pagi ini. Pertama, harapan perdamaian antara AS dan Iran kembali meredup, memicu aksi risk-off di pasar global.

"Rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Kedua, harga minyak mentah dunia yang masih tinggi turut membebani mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketiga, pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak memberikan kabar positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang berpotensi ikut menekan rupiah.

Proyeksi Pergerakan Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Investor juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini sebagai katalis tambahan.

Di pasar valuta asing negara maju, mayoritas mata uang utama juga tertekan. Euro Eropa turun 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,18 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,24 persen terhadap dolar AS.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top