JAMBI — Muhammad Aziz Hakim, Kasubdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, memaparkan secara langsung tujuan strategis di balik pelaksanaan PKDP di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Senin (8/6/2026). Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan langkah awal untuk memperkuat kapasitas tenaga pengajar sejak masa awal pengabdian akademik mereka.
Salah satu poin yang disorot Muhammad Aziz adalah kaitan langsung antara PKDP dengan sertifikasi dosen. Ia menjelaskan bahwa dosen yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan berkesempatan memperoleh sertifikasi sebagai pengakuan resmi kompetensi pedagogik.
"PKDP dirancang untuk memperkuat kapasitas dosen sejak awal pengabdian akademik mereka. Setelah lulus, peserta bisa mengakses sertifikasi dosen," ujar Muhammad Aziz di hadapan para peserta.
Dalam pemaparannya, Muhammad Aziz merinci empat aspek yang menjadi fokus utama PKDP. Pertama, kompetensi pedagogik yang berkaitan dengan kemampuan merancang dan melaksanakan pembelajaran. Kedua, kemampuan menyusun perangkat perkuliahan yang efektif dan terukur.
Ketiga, pengembangan metode pembelajaran inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan mahasiswa. Keempat, penguatan profesionalisme dosen dalam menjalankan tugas akademik sehari-hari.
Muhammad Aziz menegaskan bahwa peran dosen di perguruan tinggi keagamaan Islam tidak berhenti pada transfer ilmu. Menurutnya, dosen harus mampu menjadi pendidik sekaligus pembimbing bagi mahasiswa.
"Kualitas pendidikan tinggi sangat dipengaruhi kompetensi dan integritas tenaga pengajar. Dosen harus mampu menciptakan pembelajaran berkualitas dan berorientasi pada mahasiswa," kata Aziz dalam sesi yang diikuti peserta dari berbagai kampus Islam di Jambi.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah pemaparan. Para dosen pemula menyampaikan pertanyaan seputar tantangan pembelajaran di kelas, pengembangan kurikulum yang adaptif, hingga strategi mengajar efektif.
Diskusi juga menyentuh soal penguatan karakter mahasiswa di lingkungan kampus. Beberapa peserta berbagi pengalaman menghadapi mahasiswa yang kurang termotivasi dan cara menyesuaikan metode pengajaran dengan latar belakang mahasiswa yang beragam.
PKDP disebut Muhammad Aziz sebagai bagian penting dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan melahirkan tenaga pendidik yang kompeten serta inspiratif.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Agama RI dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Ke depan, pelaksanaan PKDP diharapkan mampu menghasilkan dosen profesional, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.