TANJUNG JABUNG TIMUR — Sektor hulu migas memiliki tingkat risiko tinggi, sehingga kemampuan tanggap darurat pekerja menjadi garda terdepan sebelum tenaga medis mengambil alih. Pelatihan yang diikuti para pekerja ini menghadirkan instruktur dari Disnakertrans Provinsi Jambi dan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Jambi.
Materi yang diberikan mencakup teori dan simulasi penanganan korban kecelakaan kerja. Para peserta dilatih untuk bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi nyata di lapangan.
Pekerja Jadi Garda Terdepan Sebelum Tenaga Medis Tiba
Medical Officer PetroChina Jabung, dr. William Aditya menegaskan bahwa pekerja merupakan pihak pertama yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat dibutuhkan sebelum korban dirujuk ke rumah sakit.
"Ketika terjadi kecelakaan kerja, pekerja yang berada di lokasi dapat segera memberikan bantuan awal sebelum penanganan medis lanjutan dilakukan," tegasnya.
PetroChina menerapkan standar keselamatan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja.
Fasilitas P3K hingga Tandu Dipastikan Tersedia di Area Operasional
Selain meningkatkan kompetensi pekerja, perusahaan memastikan seluruh fasilitas keselamatan selalu tersedia di masing-masing area operasional. Kotak P3K, tandu, bidai, hingga perlengkapan tanggap darurat lainnya menjadi perlengkapan wajib yang tidak boleh absen.
Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Madya Disnakertrans Provinsi Jambi, Tri Astuti Wihabsari, menilai sinergi PetroChina dengan pemerintah daerah selama ini berjalan baik. Berbagai program K3 yang rutin dilaksanakan perusahaan dinilai mendukung upaya pemerintah meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan kerja.
"PetroChina cukup aktif melaksanakan program-program K3 dan menjadi salah satu perusahaan yang tetap konsisten dalam menjalankan aspek keselamatan lingkungan kerja di Jambi," katanya.
Target: Tekan Risiko Kecelakaan Kerja di Lingkungan Hulu Migas
Melalui First Aid Training 2026, SKK Migas - PetroChina Jabung berharap budaya keselamatan semakin mengakar di seluruh lini perusahaan. Kemampuan pertolongan pertama dan respons cepat dalam kondisi darurat menjadi kunci menekan risiko kecelakaan di lingkungan kerja.
Pelatihan berkala ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pekerja di lapangan.