1.160 Warga Kepulauan Sangihe Mengungsi Imbas Gempa Magnitudo 7,7, Sebagian Mulai Kembali ke Rumah

Penulis: Wan Rizal  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 16:03:31 WIB
Warga Kepulauan Sangihe mulai kembali ke rumah setelah gempa magnitudo 7,7, namun sebagian masih mengungsi.

JAMBI — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.160 warga Kabupaten Kepulauan Sangihe terdampak gempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada awal pekan ini. Meski sebagian telah kembali ke rumah masing-masing, sejumlah warga masih bertahan di tempat pengungsian atau rumah kerabat hingga Rabu (10/6).

Menurut data BNPB, gempa susulan berkekuatan kecil masih terus terjadi di wilayah terdampak hingga Selasa (9/6) pukul 09.00 WIB. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih tetap waspada dan belum kembali ke hunian mereka.

Kerusakan Bangunan dan Pemulihan Listrik

Dari hasil pendataan BNPB, kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe cukup signifikan. Sebanyak 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan tercatat akibat guncangan gempa.

Selain rumah tinggal, sejumlah fasilitas umum juga ikut rusak. Dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru dilaporkan mengalami kerusakan struktur. Di Kabupaten Talaud, sebanyak 12 unit rumah, satu rumah sakit, dan satu gudang pelabuhan juga terdampak, dengan 12 kepala keluarga (KK) menjadi korban. Sementara di Kabupaten Minahasa Utara, satu gedung gereja GMIM 76 dan satu fasilitas pendidikan turut rusak.

Pasokan listrik di Kabupaten Sangihe mulai pulih secara bertahap. Abdul Muhari menyebutkan aliran listrik sudah normal di sebagian besar wilayah, kecuali di pulau-pulau terluar yang berada dekat dengan episentrum gempa. Wilayah terluar itu masih mengalami pemadaman karena akses perbaikan yang terbatas.

Warga Masih Mengungsi, Gempa Susulan Terus Terjadi

BNPB mencatat dari total 1.160 jiwa terdampak, sebagian besar sebelumnya mengungsi ke rumah keluarga terdekat. "Sebanyak 1.160 jiwa yang sebelumnya dilaporkan mengungsi di rumah keluarga terdekat, sebagian telah kembali ke rumah masing-masing," ujar Muhari dalam keterangan resmi.

Meski demikian, gempa susulan masih menjadi kekhawatiran. "Gempa-gempa susulan berkekuatan kecil masih terjadi di wilayah terdampak," katanya. BNPB mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak terlebih dahulu menempati bangunan yang retak atau rusak berat.

Hingga berita ini diturunkan, tim BNPB bersama pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan lanjutan dan distribusi bantuan bagi warga terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Minahasa Utara.

Reporter: Wan Rizal
Back to top