Mlatiwangi, UMKM Tas Serat Alam dari Semarang, Tembus Pasar Amsterdam dan Brunei Berkat Pendampingan BRI

Penulis: Wan Rizal  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 20:23:01 WIB
Mlatiwangi, UMKM tas serat alam asal Semarang, telah menembus pasar Amsterdam dan Brunei.

SEMARANG — Sebuah UMKM tas serat alam asal Kota Semarang, Mlatiwangi, membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di kancah global. Usaha yang berdiri sejak 2017 ini kini telah merambah pasar ekspor, mulai dari Amsterdam pada 2017 hingga Brunei Darussalam pada 2020.

Pemilik Mlatiwangi, Yuli Muhawati, menceritakan bahwa usahanya bermula dari permintaan pribadi saudaranya yang berada di Amsterdam untuk membuat tas mukena. “Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri,” ujar Yuli.

Dari Tas Mukena hingga Dompet Batik

Setelah menemukan mitra penjahit yang sesuai, Yuli mulai memproduksi sendiri tas berbahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang. Kreativitasnya terus berkembang dengan memadukan anyaman serat alam dengan kain wastra Indonesia, seperti batik dan lurik.

Produk yang paling diminati pasar adalah suvenir berupa dompet koin dan dompet kosmetik. “Harganya terjangkau dan desainnya unik, itu yang membuat produk kami banyak dicari,” tambah Yuli.

Peran LinkUMKM BRI: Akses Pasar dan Pendampingan

Perjalanan bisnis Mlatiwangi semakin terbuka setelah Yuli bergabung dengan platform LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Melalui program ini, ia mendapatkan berbagai pendampingan dan fasilitas yang membantunya memperluas jaringan pemasaran.

Salah satu dampak nyata adalah produk Mlatiwangi kini bisa mengisi toko oleh-oleh Bandeng Juwana. Kerja sama ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan omzet usaha. Saat ini, pemasaran produk dilakukan melalui galeri sendiri, reseller di toko oleh-oleh Bandeng Juwana, Bandara Jenderal Ahmad Yani, marketplace, serta berbagai pameran seperti BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024.

Jangkauan pemasaran Mlatiwangi tidak hanya terbatas di Semarang, tetapi juga meluas ke Jakarta, Medan, hingga Papua. Untuk mendukung operasional sehari-hari, Yuli juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan.

16 Juta UMKM Sudah Manfaatkan Platform LinkUMKM

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa kisah Mlatiwangi adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dalam mengolah bahan serat alam dapat menjadi peluang ekonomi yang bernilai. “Kemampuan menghadirkan produk yang unik dan sesuai kebutuhan pasar menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk terus berkembang,” ujarnya.

Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform LinkUMKM. Platform ini menyediakan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB). Semua fitur tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong percepatan UMKM naik kelas.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top