JAMBI — Riot Games akhirnya memberikan kelonggaran bagi pemain Valorant dan League of Legends yang selama ini mengeluhkan anti-cheat Vanguard yang selalu aktif sejak komputer dinyalakan. Mode baru bernama Vanguard On-Demand memungkinkan driver kernel ini hanya berjalan saat game diluncurkan dan langsung diturunkan begitu game ditutup.
Namun, kebebasan ini tidak gratis. Mode on-demand membutuhkan tumpukan keamanan Windows 11 yang ketat, tepatnya versi 25H2. Perubahan ini diumumkan langsung oleh Phillip Koskinas, pimpinan tim anti-cheat Riot Games, pada Selasa (24/6).
Agar Vanguard On-Demand bisa aktif, sistem harus menjalankan UEFI Secure Boot, TPM 2.0, Virtualization-Based Security (VBS), Hypervisor-Protected Code Integrity (HVCI), dan IOMMU. Semua fitur ini harus diaktifkan di BIOS, bukan dari dalam Windows.
Menurut Koskinas, sekitar 35% pemain sudah memenuhi persyaratan tersebut. Sebanyak 34,33% perangkat — mayoritas PC rakitan dan laptop yang dijual dalam dua tahun terakhir — sudah mengaktifkan fitur-fitur ini dari pabrik. Angka itu naik 1-2 poin persentase setiap bulan. Sisanya, sekitar 3% pemain, memiliki hardware yang tidak kompatibel sama sekali.
Fitur ini memanfaatkan Runtime Driver Attestation Report milik Microsoft, yang baru hadir di Windows 11 25H2. Teknologi ini mencatat setiap driver yang dimuat sejak booting dalam bentuk hash yang disimpan di TPM. Catatan tersebut bersifat append-only, sehingga tidak bisa dimanipulasi.
Saat game diluncurkan, Vanguard memeriksa catatan itu untuk memastikan tidak ada driver berbahaya yang menyusup saat anti-cheat sedang tidak aktif. Metode ini sama dengan measured-boot yang sudah digunakan Windows Boot Manager untuk driver boot-start. Tanpa fitur ini, Riot tidak bisa menjamin keamanan tanpa Vanguard yang selalu menyala.
VBS dan HVCI menjadi titik kritis. Kedua fitur ini menjalankan sebagian kernel di dalam enclave yang terisolasi secara hardware. Benchmark menunjukkan penurunan frame rate yang kecil tapi terasa — alasan utama banyak gamer mematikan fitur ini.
Mengaktifkan VBS juga mengaktifkan daftar blokir driver berbahaya Microsoft, yang bisa menonaktifkan driver periferal lawas. Bagi pengguna yang tidak mau repot, Riot mengatakan tidak memaksa siapa pun untuk beralih. Pemain bisa tetap menggunakan mode lama di mana Vanguard menyala sejak booting.
"Kami tidak memaksa siapa pun mengubah apa pun," kata Koskinas. "Kami bersedia menunggu sampai ekosistemnya matang."
Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini berarti pemain dengan PC rakitan atau laptop gaming keluaran 2024 ke atas kemungkinan besar sudah memenuhi syarat. Namun, pemain yang masih menggunakan Windows 10 atau Windows 11 versi lama harus upgrade ke 25H2 terlebih dahulu.
Riot juga sempat menjadi sorotan setelah menerapkan kebijakan serupa di League of Legends pada 2024, yang memicu reaksi negatif dari komunitas. Desember lalu, perusahaan ini bahkan menemukan celah keamanan di BIOS motherboard Asus, Gigabyte, MSI, dan ASRock yang bisa dieksploitasi sebelum sistem booting.
Mode Vanguard On-Demand mulai bisa diaktifkan hari ini untuk pemain Windows 11 yang sudah memenuhi persyaratan. Bagi yang belum, perjalanan ke BIOS mungkin sepadan demi mengembalikan 256 piksel di taskbar yang selama ini "hilang" karena Vanguard.