JAMBI — Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, akan menjadi saksi duel hidup-mati antara Curacao dan Pantai Gading pada Jumat (26/6) pukul 03.00 WIB. Kedua tim sama-sama masih punya peluang, tapi tekanan jelas lebih besar menghinggapi Les Elephants.
Dari grup ini, Jerman sudah memastikan tempat di babak 32 besar setelah mengoleksi 6 poin. Persaingan sisa tiket tersisa untuk Pantai Gading (4 poin), Ekuador (1 poin), dan Curacao (1 poin).
Bagi Curacao, situasinya paling rumit. Mereka harus menang besar atas Pantai Gading dan berharap Ekuador mengalahkan Jerman. Jika tidak, selisih gol minus enam yang mereka bawa dari kekalahan 1-7 atas Jerman bakal jadi batu sandungan.
Curacao memang jadi juru kunci, tapi mereka bukan lawan yang bisa diremehkan. Di laga kedua, The Blue Wave sukses menahan Ekuador 0-0. Kiper Eloy Room menjadi pahlawan dengan catatan 15 penyelamatan gemilang.
Lini belakang yang digalang Armando Obispo dkk. kini jadi perhatian serius Pantai Gading. Tim polesan Emerse Fae wajib lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Daya gedor Pantai Gading sendiri diisi pemain muda bertalenta. Trio depan Inter Milan, Ange Yoan Bonny, Yan Diomande, dan Amad Diallo—semuanya masih di bawah 25 tahun—diharapkan bisa membongkar pertahanan rapat Curacao.
Perhitungannya sederhana buat Pantai Gading: menang sudah cukup. Jika mereka mengalahkan Curacao, poin mereka menjadi 7, tak terkejar oleh Ekuador yang cuma bisa maksimal 4 poin meski menang atas Jerman.
Sementara Curacao, selain wajib menang, mereka juga perlu meraih kemenangan dengan selisih gol yang cukup besar untuk menyalip posisi Pantai Gading di klasemen. Misi yang nyaris mustahil, tapi sepak bola selalu punya cerita kejutan.